Banjir rob melanda Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, pascabencana gempa dan tsunami. Pemkab Donggala akan membuat Perda larangan pemukiman di pesisir pantai. [Faisal]

Pemkab Donggala Larang Warga Bermukim di Pesisir Pantai

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Pemerintah Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melarang warga bermukim di area pesisir pantai pascabencana gempa, tsunami dan longsor serta banjir yang melanda wilayah itu.

Bupati Donggala Kasman Lassa di Donggala, Senin (3/12/2018), mengemukakan pemerintah akan mengeluarkan aturan dalam bentuk peraturan daerah atau peraturan bupati berkaitan dengan larangan warga bermukim di pesisir pantai.

“Warga tidak boleh lagi membangun rumah atau bangunan gedung lainnya di pesisir pantai,” katanya.

Kasman Lassa mengemukakan terdapat 104 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Donggala terdampak tsunami dan tanah longsor.

Ia mengatakan Donggala tidak terdampak likuifaksi (tanah mencair/tanah bergerak).

Ratusan ribu masyarakat di 104 desa/kelurahan yang terdampak tsunami dan tanah longsor. Hal itu karena pemukiman warga terlalu dekat dengan pesisir pantai dan gunung.

Dia mengatakan untuk membangun kembali atau membangkitkan kembali masyarakat, maka diawali dengan inventarisi atau pendataan warga korban terdampak bencana itu.

Namun pascabencana itu, kata dia, warga kembali membangun hunian di pesisir pantai, di bekas wilayah terdampak tsunami.

“Masih ada warga yang kembali membangun hunian di pesisir pantai. Saya temuka mereka. Saya tanya, kenapa membangun di pesisir pantai, mereka menjawab mereka mengingat rumah mereka sebelum bencana. Saya larang jangan membangun,” ujar Kasman Lassa.

Dia menegaskan bahwa permukiman di pesisir pantai akan diatur kembali. Namun tidak berjarak 200 meter dari pesisir pantai.

“Saya telah mengikuti rapat dengan pemerintah pusat di Jakarta, dan menyampaikan langsung hal itu kepada pemerintah. Bahwa di Donggala tidak bisa di sama ratakan permukiman harus berjarak 200 meter dari pesisir pantai,” ucap Kasman Lassa. [***]

Sumber; Antara

(Visited 87 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*