Kawasan terdampak likuifaksi pada 28 September 2018 lalu. Pemprov Sulteng segera tetapkan zona merah hunia rawan likuifaksi. [Dok/JS]

Pemprov Sulteng Segera Tetapkan Zona Merah Hunian Rawan Likuifaksi

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tengah menyiapkan peraturan daerah terkait zona merah yang tidak boleh dibangun hunian. Di antara zona merah yang sudah ditetapkan adalah kawasan terdampak likuifaksi saat gempa bumi terjadi.

“Perda kami ditargetkan 1 bulan sudah kelar. Kami sudah siap, Desember-lah. Perda bahwa di daerah itu tidak boleh didirikan bangunan,” ujar Gubernur Sulteng Longki Djanggola di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (5/11/2018).

Nantinya warga yang rumahnya berada di zona merah akan direlokasi ke daerah yang lebih aman. Relokasi dilakukan berdasarkan rencana tata ruang wilayah masing-masing kabupaten di Sulteng.

“Sementara ini (zona merah) hampir yang (sudah terjadi) likuifaksi kurang-lebih 300-an hektare, untuk likuifaksi saja,” kata Longki yang dikutip Detik.com.

Kawasan zona merah akan bertambah sesuai hasil penelitian Badan Geologi dari Kementerian ESDM.

“Nanti hasilnya (Badan) Geologi yang akan mendeliniasi mana daerah-daerah yang rawan likuifaksi, yang sudah terjadi likuifaksi, dan mana yang rawan likuifaksi,” tuturnya.

Luas lahan 300 hektare yang baru ditetapkan sebagai zona merah adalah kawasan yang terdampak bencana likuifaksi saat gempa Sulteng beberapa waktu lalu. Pemerintah menargetkan kawasan zona merah sudah ditentukan pada 11 November mendatang.

“Nanti baru tanggal 11 (November) dari geologi yang akan ada data-data lengkapnya,” imbuhnya. [***]

 

(Visited 187 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*