Gubernur Longki melakukan telekonferens dengan Wakil Presiden, Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan, Nila M. Moeloek antara Jakarta dan Kota Palu usai membuka peringatan HKN ke- 53 di Anjungan, Pantai Talise, Kota Palu, Minggu (12/11/2017) pagi. [Bob Shinoda]

Penderita Penyakit Schistosomiasis di Bawah 1 Persen

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola melaporkan kepada Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dan Menteri Kesehatan, Nila M. Moeloek bahwa penanganan penyakit schistosomiasis atau demam keong di dua kabupaten di Sulteng, yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi semakin menunjukan hasil baik. Prevalensi penyakit tersebut terus dilakukan Pemprov Sulteng dengan melibatkan semua unsure terkait terutama Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten.

“Sampai saat ini pak Wapres (Jusuf Kalla), Ibu Menteri, penderita penyakit schistosomiasis sudah di bawah 1 persen,” ungkap Gubernur Longki saat melakukan melakukan telekonferens dengan Wapres JK dan Menkes, Nila M. Moeloek antara Jakarta dan Kota Palu usai membuka peringatan HKN ke- 53 di Anjungan, Pantai Talise, Kota Palu, Minggu (12/11/2017).

Olehnya, Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini berharapa dukungan dari pemerintah pusat melalui Kemenkes dalam pembarantasan penyakit tersebut. Gubernur Longki mengaku berterima kasih kepada pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan kepada Pemprov Sulteng sehingga program penganan kesehatan di daerah ini terus dilaksanakan dengan berbagai program kesehatan.

Dikutib dari berbagai sumber, penyakit Schistosomiasis tahun 2015 di Poso, insiden rate-nya baru sekitar 1,39 persen. Sementara untuk di Kabupaten Sigi hanya sekitar 0,7 persen dan untuk propinsi sekitar 1,24 persen. Dan diperkirakan penanganan penyakit ini di Sulteng 0,0 persen.

Diketahui, penyakit schistosomiasis disebakan cacing ‘schistosoma japonicum’ yang dapat menular lewat kulit manusia atau binatang melalui lubang pori-pori dan masuk melalui darah dan terus ke hati dan bertelur di usus.

Akibatnya mahluk hidup yang yang menderita penyakit itu, akan menyebabkan perut bengkak dan inkubasinya selama 20 tahun yang mengakibatkan kematian.

Data Dinkes Kesehatan Kabupaten Poso penyebaran cacing tersebut berada di enam kecamatan dan tersebar di 26 desa, yakni Kecamatan Lore Timur, Kecamatan Lore Peore, Kecamatan Lore Tengah, Lore Selatan, Lore utara, dan Lore Barat. Sementara untuk Kabupaten Sigi sebanyak lima desa di dataran Lindu.

Menurut Djani, tahun 2016 dinas Kesehatan Poso akan mensurvei sebanyak delapan desa, sementara untuk propinsi sebanyak 18 desa.[***]

 

Rep; Bob Shinoda/Antara

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*