Efek likuifaksi yang menghancurkan kawasan perumahan di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan.

Peneliti Ungkap Cara Mudah Tentukan Tanah Rawan Likuifaksi

Jurnalsulawesi.com РFenomena tanah bergerak atau likuifaksi menjadi momok baru yang ditakuti pascagempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah (Sulteng). Peneliti Geografi dan Tata Ruang Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosef Prihanto mengungkapkan cara sederhana untuk menentukan ciri-ciri tanah rawan likuifaksi.

Yosef menerangkan salah satu ciri utama bisa dilihat dari material dasar penyebab likuifaksi yakni tanah pasir.

“Coba ambil tanah dan air di daerah rumah anda, coba rasakan apakah pasirnya banyak. Coba raba dengan tangan saja,” tutur Yosef di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis, (11/10/2018).

Langkah selanjutnya dengan mengamati rumput sekitar yang tumbuh di daerah rumah. Apabila tumbuh rumput jarum, dapat dipastikan materi dasar tanah sekitarnya adalah pasir.

“Kemudian lihat di lingkungan sekitar kalau ada tumbuhan yang bentuknya seperti rumput jarum yang bintang, itu adalah salah satu ciri material dasar di tempat Anda pasti pasir,” kata Yosef.

Likuifaksi terjadi karena tanah kehilangan kekuatan karena tegangan atau getaran yang biasanya terjadi saat gempa bumi. Tanah pun berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyatakan saat ini diperkirakan masih ada sekitar 5.000 korban hilang akibat gempa Palu, Sulawesi Tengah. Jumlah ini berasal dari dua wilayah yakni Kelurahan Balaroa dan Petobo.

Sutopo menyatakan, Kelurahan Balaroa yang terdampak gempa Palu, Sulawesi Tengah, tak akan lagi menjadi tempat tinggal. [***]

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 2.897 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*