Kondisi Wilayah Petobo usai gempa dan likuifaksi pada 28 September 2018 lalu. [Dok/Ist]

Penetapan Zona Merah Mengacu Rekomendasi Pemerintah Pusat

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, penetapan zona merah wilayah rawan bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng), harus mengacu pada rekomendasi dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kata JK, zona merah atau wilayah rawan gempa dan likuifaksi yang nantinya tidak boleh lagi dihuni oleh masyarakat dan akan ditetapkan dalam waktu dekat melalui peraturan daerah tentang rencana tara ruang wilayah (RTRW) selesai disusun dan disahkan oleh pemerintah kabupaten/kota setempat.

“Zona merah itu harus ditentukan dalam RT/RW yang disusun oleh pemerintah daerah tapi dengan rekomendasi-rekomendasi dari pusat, karena itu dalam satu sampai dua bulan ini akan diselesaikan.” kata JK kepada wartawan, seusai rapat koordinasi penanggulangan pascabencana di Kantor Gubernur Sulteng, Palu, Minggu (11/11/2018),

Sebelum memimpin rapat koordinasi tentang penanganan pascabencana yang melanda Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong, Sulteng, JK mengunjungi para pengungsi di lokasi pengungsian di Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Palu Selatan. Dia didampingi antara lain oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro,

JK sempat masuk ke dalam tenda-tenda para pengungsi dan berdialog dengan mereka untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pengungsi.

JK juga memastikan ketersediaan seluruh kebutuhan pokok masyarakat selama masih berada di tenda-tenda pengungsian.

Pada akhir Desember 2018 nanti, pembangunan 1.200 hunian sementara untuk 14.400 keluarga diharapkan selesai dibangun, ujarnya kepada wartawan.

Selanjutnya, kata JK, para pengungsi dapat mendiami hunian sementara yang ada sehingga dapat memulai kehidupan yang mandiri sambil menunggu dibangunnya hunian tetap di lokasi yang sedang disiapkan.

“Setelah masa transisi darurat, diharapkan masyarakat bisa hidup mandiri dan bisa bekerja seperti biasa sambil menunggu hunian tetap,” kata Wapres.

Menteri lainnya yang turut mendampingi Jusuf Kalla adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, Kepala BPJS Kesehatan Fahmi Idris, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei.

Berdasarkan data BNPB, sampai saat ini jumlah pengungsi akibat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Sulteng mencapai 173.552 orang tersebar di 122 titik dengan rincian 86.088 orang di Kota Palu, 41.256 orang di Kabupaten Sigi, 45.737 orang di Kabupaten Donggala dan 471 orang di Parigi Moutong.

Sementara itu, korban luka sebanyak 4.438 orang, hilang/tertimbun sebanyak 1.373 orang, dan korban yang dipastikan meninggal sebanyak 2.097 orang. [***]

Editor; Sutrisno

(Visited 138 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*