Asisten Mulyono, membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulteng, Longki Djanggola pada kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (16/11/2017). [Bob Shinoda]

Penyalahgunaan Narkoba Meningkat karena Prilaku Menyimpang Remaja

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola diwakili Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono, membuka sosialisasi bahaya narkoba bagi generasi muda. Sosialisasi ini diikuti puluhan pelajar serta tenaga pengajar dalam lingkup pemerintah Kota Palu di salah satu hotel, Kamis (16/11/2017).

Dalam sambutan tertulis Gubernur Longki yang dibacakan Asisten Mulyono memberikan apresiasi atas dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Di mana kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Sulteng. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting untuk mengetahui bahaya narkoba kesemua tingkat golongan, baik anak-anak, remaja, dewasa, pemuda bahkan lanjut usia. Dikatakannya, generasi muda bangsa Indonesia saat ini sedang terancam sebuah bahaya besar yang jika abaikan akan menghancurkan bangsa ini.

“Penyalahgunaan narkoba pada kalangan remaja meningkat tajam akibat dari penyimpangan perilaku anak muda zaman sekarang,” tutur Mulyono.

Ia mengatakan, setiap Negara sangat bergantung pada generasi mudanya, namun saat ini keberlangsungan generasi muda dikemudian hari sangat terancam, karena penerus bangsa yang diharapkan membawa Indonesia ke dalam kejayaan dan kesejahteraan dihancurkan oleh orang-orang jahat yang bersenjatakan narkoba. Saat ini di Indonesia, perkembangan pecandu narkoba dari tahun ke tahun semakin meningkat dan pada umumnya adalah remaja yang berumur 11-25 Tahun. Salah satu penyebabnya adalah pergaulan yang tidak terarah. Olehnya, upaya pencegahan sebenarnya tidak sulit, hanya membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak.

“Seperti keluarga, sekolah dan orang tua dengan menanamkan nilai-nilai agama dan melakukan kegiatan positif. Lebih jelasnya akan disampaikan oleh para narasumber,” kata dia.

Sementara itu ketua panitia pelaksana, Syamsudin dalam laporannya menegaskan, dasar hukum dilaksanakannya sosialisasi UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, UU Nomor 35 tentang narkotika dan psikotropika, PP Nomor 61 Tahun 2010 tentang pelaksanaan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi.

PP Nomor 40 tahun 2013 tentang pelaksanaan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Permendagri Nomor 35 Tahun 2010 tentang pedoman pengelolaan pelayanan informasi dan dokumentasi dilingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah, Perda Sulteng Nomor 3 Tahun 2016 serta Keputusan Sekdaprov Sulteng Nomor 535/226/DKIPS/2017 tentang susunan panitia pelaksana.

Sosialisasi itu bertujuan untuk mengetahui bahaya narkoba bagi generasi muda, sementara tujuannya untuk mengingatkan kita agar waspada terhadap bahaya narkoba bagi generasi muda dan masyarakat pada umumnya.[***]

 

Rep; Bob Shinoda

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*