Kapolres Donggala, AKBP Arie Ardian Rishadi, SIK

Penyidik Tetapkan Tersangka Kasus Dana Hibah KONI Donggala

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Setelah kurang lebih empat tahun dilakukan penyidikan, Polres Donggala akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Donggala Tahun 2014. Kedua tersangka yakni mantan Ketua dan mantan Sekretaris KONI Donggala yang berinisial KK dan AR.

Kapolres Donggala, AKBP Arie Ardian Rishadi, SIK yang dihubungi Rabu (7/3/2018) membenarkan penetapan kedua tersangka kasus dugaan korupsi yang merugikan negara sebesar Rp452.950.000,-. Kapolres mengaku, penyidik telah menjadwalkan pemanggilan terhadap tersangka untuk kembali diperiksa.

“Hari ini kami layangkan surat panggilan kepada tersangka. Senin tanggal 12 Maret 2018 keduanya akan diperiksa lagi dengan status sebagai tersangka,” ujar Kapolres, melalui sambungan telepon.

Sejak memimpin Polres Donggala, AKBP Arie Ardian Rishadi, SIK mengaku harus bekerja keras bersama Kasat Reksrim Polres Donggala, AKP Hamdan Limpo, dengan terus mengumpulkan bukti-bukti sampai dengan gelar perkara. Ia juga tak ingin kasus ini berhenti di tengah jalan.

“Setelah semua bukti-bukti terkumpul, kami akhirnya menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, pegiat Anti Korupsi Kabupaten Donggala, Rofandi Ibrahim mengapresiasi kinerja Kepolisian Polda Sulteng maupun Polres Donggala dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya ada langkah maju yang dilakukan aparat kepolisian dalam mengusut kasus KONI Donggala.

“Saya kira kinerja kepolisian patut kita apresiasi. Ini langkah maju, setelah sekian lama kasus ini nyaris tak terdengar,” kata Rofandi.

Rofandi berharap pengusutan dugaan korupsi di Donggala tidak berhenti hanya pada kasus KONI saja. Menurutnya, Polisi juga bisa mengusut dugaan korupsi di instansi lain yang selama ini tidak tersentuh oleh kepolisian misalnya di Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Pariwisata, dan instansi lainya.

“Kita mendukung sepenuhnya langkah kepolisian mengusut dugaan korupsi di Kabupaten Donggala ini. Korupsi harus kita lawan, karena membuat rakyat menjadi sengsara,” tegas Rofandi.

Sebelumnya, kasus KONI Kabupaten Donggala mencuat ke permukaan dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat karena diduga ada ‘orang dekat’ bupati yang terlibat.

Kasus ini bermula dari hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Sulteng. Dalam temuan BPK itu terdapat kerugian daerah sebesar Rp452.950.000, melalui dana hibah yang digunakan KONI Donggala, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Poso tahun 2014.

Saat Kapolres Donggala masih dijabat oleh AKBP Guntur Herditrianto SIK, ia mengatakan, proses penyelidikian sedang berjalan. Penyidik masih mencari data serta bukti-bukti yang cukup untuk mematangkan proses penanganan kasus tersebut.

”Penyelidikiannya belum bisa kami beritahu karena masih proses pengumpulan data dan bukti-bukti,” ujar Guntur kala itu.

Guntur mengatakan, setelah penyidik mematangkan penyelidikiannya, pihaknya akan menginformasikan perkembangan kasus kepada awak media. Menurut Guntur saat itu, kasus penyalahgunaan dana KONI Donggala bukanlah kasus yang mudah.

“Masih penyelidikian dulu, biar matang dulu. Kalau memang sudah ada perkembangan baru, akan segera kami sampaikan ke media,” janjinya saat itu.

Namun hingga Kapolres Guntur dipindah tugaskan, kasus ini nyaris terhenti pengusutannya. Kurang lebih seratus orang saksi termasuk wartawan juga diperiksa dalam kasus ini.

Dari hasil audit BPK disebutkan telah terjadi penggunaan dana yang tidak jelas dan tidak wajar serta tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaanya.

Diantaranya soal pembelian dua unit sepeda motor ternyata tidak ada. Ketua KONI tidak bisa memperlihatkan faktur pembelian. Motor tersebut malah menunggak kredit sehingga ditarik pihak dealer.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang saat itu dijabat oleh Ajis, menyebutkan, pada APBD Perubahan tahun 2014 total dana yang disediakan Pemkab Donggala untuk kegiatan KONI sebesar Rp1,7 miliar dan sudah dicairkan mencapai 85 persen. [***]

Penulis; Jose Rizal
Editor; Sutrisno

(Visited 536 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*