Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng AKBP Teddy D Salawati saat memaparkan penyebab terjadinya kecurangan takaran, dalam rapat koordinasi antar instansi terkait rencana pengoperasian SPBU milik PT TCME pasca disegel, Rabu (27/9/2017). [Trisno]

Permintaan Pertamina, SPBU Curangi Konsumen Segera Beroperasi Lagi

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 73.941.08 milik PT.Trio Celebes Media Energi (TCME), yang disegel sejak Selasa (29/9/2017) akan segera beroperasi lagi. Kepastian beroperasinya SPBU yang disegel karena mengurangi takaran itu atas permintaan Pertamina kepada Kapolda Sulteng.

Penetapan dioperasikannya lagi SPBU yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu itu dilakukan melalui rapat koordinasi antar instansi di Ruang Rapat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulteng, Rabu (27/9/2017).

Rapat yang dipimpin Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulteng AKBP Setiadi Sulaksono itu juga dihadiri perwakilan Pertamina, Hiswana Migas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu dan UPTD Metrologi.

Wakil Direktur Reskrimsus Polda Sulteng, AKBP Setiadi Sulaksono menegaskan, rencana beroperasinya kembali SPBU itu bukan atas permintaan pemilik atau pengelola SPBU tersebut, tetapi lebih didasarkan pada bukti-bukti yang ada.

Selain itu katanya, demi kelancaran operasional serta mengutamakan pelayanan masyarakat, maka SPBU tersebut dapat beroperasi kembali.

“Tetapi sebelum dioperasikan lagi, harus dilakukan tera ulang sesuai dengan ketentuan,” kata Setiadi.

Kasubdit Industri dan Perdagangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng AKBP Teddy D Salawati menjelaskan, rencana pengoperasian kembali SPBU Soekarno Hatta Palu itu berdasarkan surat permintaan dari pihak Pertamina dan Hiswana Migas yang dikirimkan kepada Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi.

“Selain itu juga karena adanya keluhan masyarakat dan mahasiswa yang mengeluhkan lamanya SPBU tersebut tidak beroperasi. Ini untuk kepentingan pelayanan publik,” kata Teddy.

Dalam rapat koordinasi tersebut, disepakati untuk dioperasikan kembali SPBU, dengan bersama-sama membuka segel (Police Line) sekaligus dilakukan Tera ulang. “Sebaiknya segel dibuka secara bersama-sama dan langsung dilakukan Tera,” ujar perwakilan Disperindagkop Kota Palu.

Selanjutnya, direncananakan besok (Kamis, 28/9/2017) akan dilakukan pembukaan segel sekaligus dilakukan Tera.

Sedangkan terkait tindak pidana yang merugikan konsumen karena mengurangi takaran, penyidik meningkatkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan dengan telah ditetapkannya supervisor SPBU sebagai tersangka.

Teddy menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka yakni dengan mencongkel salah satu alat pengatur bbm keluar dari pompa, sehingga terjadi kekurangan takaran yang keluar dari pompa ke slank ke kendaraan konsumen.

“Tindakan yang diduga dilakukan tersangka, bukan hanya merugikan konsumen, tapi juga merugikan pemilik SPBU. Makanya laporan pembukuannya ke manajemen setiap selalu merugi,” jelas Teddy, seraya menyebutkan hingga saat ini tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka.[***]

 

Rep; Sutrisno

(Visited 4 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*