Pernyataan Ketua PB PMII “Merusak” Minat Investor di Sulteng

Palu, Jurnalsulawesi.com – Pernyataan Ketua PB PMII Aminuddin Ma’ruf pada pembukaan Kongres ke XIX di hadapan Presiden Joko Widodo bisa merusak minat dan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Hal tersebut dikemukakan Direktur Utama  PT Palu Graha Sejahtera (PGS), H. Karman Karim, kepada Jurnalsulawesi.com, Rabu (17/5/2017). Menurut Karman, pernyataan tersebut sangat disayangkan karena bisa berakibat fatal bagi dunia investasi di Sulteng.

“Tadinya saya salut sekali sama ketua PMII bisa mendatangkan RI 1 dan pejabat pejabat setingkat menteri ke Sulteng, berarti bisa menjadi promosi baik utk Sulteng. Tapi setelah membaca sambutannya walaupun di depannya ada kata (katanya), tapi kalimat berikutnya sungguh sangat menyakitkan dan bisa berakibat fatal bagi Sulawesi Tengah di mata investor luar,” ujar Karman.

Karman juga mengatakan, di tengah upaya Pemerintah Provinsi Sulteng berupaya menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan cara mendatangkan investor, justeru kegiatan yang diharapkan bisa menjadi prmosi daerah malah jadi blunder, karena pernyataan Ketua PB PMII itu.

“Gubernur, Wali Kota dan para Bupati mari-matian meyakinkan investor untuk masuk ke daerah ini. Tetapi dengan pernyataan Ketua PB PMII di hadapan Kepala Negara, bisa merontokkan kepercayaan semua upaya yang sdah dilakukan para pemimpin daerah ini,” imbuh Karman, yang juga sudah mendatangkan investor untuk masuk Sulteng.

Pernyataan tersebut bisa menakut-nakuti investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini. Apalhi bagi investor yang baru menjajaki peluang investasi di Sulteng.

Pemerintah Provinsi Sulteng mentargetkan bisa merealisasikan investasi yang masuk di Sulteng Tahun 2017 sebesar Rp21,9 triliun.

Minat investor untuk menanamkan modalnya di Sulteng cukup tinggi. Terbukti realisasi investasi Tahun 2016 tembus di angka Rp22 triliun dari target Rp14,5 triliun.

“Rasanya kata maaf saja tidak cukup, dia harus menebus dosanya dengan melakukan kebaikan-kebaikan untuk Sulawesi tengah. Yang jelas, dia sangat tidak mengetahui tentang Sulawesi Tengah. Semoga suatu saat saya bisa ketemu dia untuk menjelaskan tentang Sulawesi Tengah secara utuh,” ujar Karman Karim.

Sebelumnya diberitakan Ketua PB PMII  Aminuddin Ma`rufmenyebut Sulawesi Tengah adalah pusat radikal Islam dan pusat dari gerakan menentang NKRI, sangat mendiskreditkan dan melukai hati masyarakat daerah itu.

Dalam sambutannya pada pembukaan Kongres XIX PMII di Masjid Agung Darussalam Palu yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menko PMK Puan Maharani dan Menristek Dikti Mohamad Nasir, Aminuddin Ma`ruf menyebutkan bahwa pihaknya sengaja memilih Bumi Tadulako ini sebagai tempat penyelenggaraan kongres.

“Pak Presiden, kami sengaja laksanakan kongres di Tanah Tadulako berthema meneguhkan konsensus bernegara untuk Indonesia berkeadaban karena (katanya) tanah ini pusat radikal Islam. Di tanah ini (katanya) pusat gerakan menentang NKRI,” ujar Aminuddin. [***]

Rep; Sutrisno

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*