Salah satu titik di ruas jalan Ogoamas-Siboang yang dikerjakan PT PBS. PJN Wilayah I Sulteng tak tegas terhadap kontraktor pelaksana. [Dok/JS]

PJN I Gagal Tangani Proyek Pelebaran Jalan Ogoamas-Siboang

Palu, Jurnalsulawesi.com – Proyek Multy Years Contrak (MYC) pelebaran jalan Ogoamas-Siboang yang menghubungkan wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli, tak kunjung rampung.

Bahkan informasi yang diperoleh menyebutkan, perusahaan pemenang tender telah diputus kontrak. Padahal, seharusnya mega proyek ini ditargetkan telah selesai pada Desember 2017.
BACA JUGA: Proyek MYC Ruas Ogoamas-Siboang “Kritis”

Indikasi belum rampungnya beberapa item proyek dikarenakan baik pihak PT Perdana Bumi Syahriharti (PBS), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 06 Tonggolobibi-Malala, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah I dan Kabalai BPJN XIV Palu, sejak awal tidak tegas dalam menerapkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara diketahui, proyek MYC ini dikerjakan sejak tahun 2015, namun sampai saat ini belum juga selesai 100 persen.

Andi Ridwan salah seorang pemerhati jasa konstruksi Sulteng, di Palu, Sabtu (9/2/2019), menuturkan, belum selesainya proyek ini membuktikan kegagalan PJN Wilayah I dalam menangani proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Selain itu, perusahaan asal Kalimantan ini juga tidak profesional.

Begitu pun dengan Satker dan BPJN XIV Palu yang tidak bisa mengambil sikap tegas terhadap penyedia jasa atau kontraktor pelaksana.

“Yah bisa saja kami menduga, antara pihak pengguna jasa dan penyedian jasa telah membangun kesepahaman dalam hal komitmen fee,” kata Ridwan, sembari menambahkan indikatornya proyek jalan ini belum juga rampung sesuai harapan dan espektasi masyarakat.

Seperti diketahui bersama, saat proses lelang pada 31Juli 2015 lalu, beberapa perusahaan raksasa ikut berkompetitor dengan jenis penawaran yang beragam antara lain yakni PT Artaniaga Nusantara-PT Ridlatama Bahtera Cons (KSO) dengan penawaran sekira Rp233.658.762.000.

Kemudian PT Perdana Bumi Syariharti Rp201.183.374.000,- PT Tirta Dhea Addonnies Pratama Rp200.867.201.000, PT PP- PT Multistructure (JO) Rp213.968.000.000,- serta PT Bumi Karsa dengan nilai penawaran Rp205.400.000.000,-.

Namun karena PT PBS penawar terendah kedua, sehingga perusahaan ini dimenangkan oleh panitia lelang yang beranggotakan, Endang Susilowati, ST, Jahrin J.Ibrahim. ST.M.M serta Joko Thole, ST.

Mirisnya tambah Ridwan, proyek infrastruktur jalan ini, tak juga rampung dari target serta batas kontrak yang telah ditentukan. Sementara negara telah mengucurkan anggaran yang cukup fantastis yakni mencapai Rp251.084.000.000,-.

“Ada indikasi telah terjadi pembiaran terhadap penyedia jasa. Harusnya PT PBS sudah diberikan sanksi black list atau memasukkan dalam daftar hitam karena telah wanprestasi atau lalai dari tanggungjawab,” pungkasnya.

Menyikapi tudingan tersebut PPK 06 Tonggolobibi-Malala Hendro Sujatmiko, ST, MT yang dikonfirmasi via ponsel di nomor 0813 4253 7xxx tidak berhasil dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi, namun yang bersangkutan enggan menerima telpon, meski terdengar nada panggilan masuk. [***]

Penulis; Agus Manggona
Editor; Sutrisno

(Visited 118 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*