Ditresnarkoba Polda Sulteng mengamankan satu ton miras jenis jenis cap tikus di Jalan Karajalemba, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu (21/4/2018) malam. [Humas]

Polda Sulteng Amankan Satu Ton Miras Cap Tikus Siap Edar

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali berhasil mengamankan sekira satu ton (1.000 liter) minuman keras (Miras) jenis cap tikus, di Jalan Karajalemba, Kecamatan Palu Selatan, Sabtu (21/4/2018), sekira Pukul 22.00 WITA.
BACA JUGA: Polda Sulteng Amankan Empat Ton Cap Tikus

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwono menbenarkan penangkapan miras jenis cap tikus, yang sudah siap diedarkan dalam kemasan botol plastik. Botol-botol berisi miras tersebut dimasukkan dalam karung.

“Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit I dan II Ditresnarkoba Polda Sulteng. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan ratusan botol pelastik yang berisi miras jenis cap tikus,” kata Hery dalam keterangannya, Minggu (22/4/2018) siang.

Dalam penangkapan itu, diketahui tersangka bernama Medly (43), berlamat di Jalan Karanjalemba, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu.

“Setelah dilakukan penggeledahan, turut diamankan sebgi barang bukti yang teridri dari 8 karung besar berisi minuman cap tikus yang diperkirakan beratnya mencapai 1 ton, 63 botol air mineral yang berisi minuman cap tikus dan satu kantong plastik sedang yang juga berisi minuman cap tikus,” jelas Kabid Humas.

Menurut Kabid Humas, Polda Sulteng melakukan operasi ini untuk mencegah jatuhnya korban akibat mengonsumsi minuman keras oplosan, seperti yang terjadi di beberapa daerah.

“Penangkapan ini juga berdasarkan informasi masyarakat, yang menyampaikan banyaknya peredaran miras jenis cap tikus di Kota Palu,” imbuhnya.

Saat ini kata Hery, Meldy sebagai tersangka dan barang bukti telah diamankan di Kantor Ditresnarkoba Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka akan dikenakan pasal 13 huruf 2, Perda Kota Palu Nomor 10 Tahun 2004, dengan ancaman kurungan 6 bulan dan denda 50 juta. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 71 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*