Donatus Marru saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Tipikor Gernas Kakao Tolitoli di Pengedilan Negeri Palu beberapa waktu lalu. [Ist]

Polda Sulteng Diminta Usut BAP Dua Tersangka Gernas Kakao Tolitoli

Bagikan Tulisan ini :

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Pengusutan kasus korupsi Gernas Kakao yang dilakukan Polres Tolitoli Tolitoli yang merugikan negara sebesar Rp11,2 miliar, dinilai tepang pilih. Pasalnya, dari enam tersangka yang ditetapkan penyidik, hanya empat yang diajukan ke pengadilan dan telah menjalani hukuman.

Yohanes Budiman Napat SH,MH, salah seorang pengacara di Palu mendesak Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulteng agar mengusut keberadaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dua tersangka dugaan tindak pidana korupsi Gernas Tolitoli Tahun 2013 atas nama tersangka Ir Donatus Marru (Dirut PT Supin Raya) dan Ir M Nawir (PT Supin Raya), yang ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini, kedua oknum tersebut masih bebas tanpa proses peradilan.

Menurut Yohanes perkara ini ngambang dan tidak jelas kelanjutannya karena kedua tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara di Polres Tolitoli, tapi hingga kini statusnya tidak jelas.

BACA JUGA: Dua Tersangka Masih Melenggang

“Kami minta Polda Sulteng mengusut kasus ini. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak jelas penyelesaiannya. Ini harus diusut hingga tuntas,” ujarnya.

Sementara Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tolitoli, Ridwan SH dngan blak-blakan kepada Jurnalsulawesi.com mengungkapkan saat penyidik menyerahkan dua tersangka itu hanya dalam bentuk SPDP, tanpa disertai BAP.

“Soal di mana BAP kedua tersangka itu, tanya ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli, sebab hingga saat ini tidak pernah diserahkan,” ujarnya di Tolitoli, beberapa waktu lalu.

Ridwan juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan P17 ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli untuk mempertanyakan perkembangan dari penyidikan dua tersangka itu.

Namun kata Ridwan, hingga batas waktu yang ditentukan sesuai Undang-undang, penyidik tidak pernah menghadirkan berkas BAP kedua tersangka. “Sesuai SOP Kejaksaan, maka dua SPDP tanpa dilengkapi berkas BAP dua tersangka itu dikembalikan ke penyidik. Sedangkan empat tersangka lainnya SPDP dilengkapi berkas kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Palu dan ke empatnya saat ini sudah divonis dan menjalani hukuman meskipun ada yang proses kasasi,” imbuhnya.

Menurut Ridwan SH, mestinya ketika pihak penyidik Tipikor Satreskrim Polres Tolitoli tidak mampu membuktikan adanya tindak pidana dilakukan terhadap dua SPDP tersangka Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir, harusnya dipertimbangkan untuk dikeluarkan Surat Perintah Penhentian Penyidikan (SP3).

“Apanya yang JPU mau P21? Sementara yang kami peroleh dari penyidik hanyalah surat keterangan SPDP dua tersangka atas nama Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir tanpa disertai BAP. Ini bukan mandek di Kejaksaan Negeri Tolitoli. Tolong tanya ke penyidik Tipikor Satreskrim Polres ToliToli. Kami sudah berikan petunjuk P17 untuk mempertanyakan pengembangan perkara, tapi tidak pernah dihadirkan dua berkas SPDP tersebut ” kata Ridwan.

Ridwan menegaskan, sesuai SOP Kejaksaan Negeri Tolitoli masih menunggu penyidik menyerahkan dua berkas SPDP tersangka kasus korupsi Gernas Tolitoli tersebut.

Ridwan juga mengatakan, penanganan kasus ini berlangsung cukup lama. Bahkan penyidikan yang dilakukan sampai bolak-balik sehingga diambil alih oleh supervisi KPK. Tetapi yang disupervisi KPK hanya empat tersangka dan mereka itulah yang dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor PN Palu dan sudah divonis. Sementara dua tersangka lainnya yakni Ir Donatus Marru dan Ir M Nawir tidak pernah disupervisi KPK karena berkas perkaranya tidak pernah ada. [***]

 

Penulis; Elkana Lengkong
Editor; Sutrisno

(Visited 189 times, 2 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*