Kapolres AKBP Mujianto menemui tiga pelaku pembunuhan DH (24), UM (26) dan ID (28) di halaman Mapolres Palu, Rabu (7/3/2018). [Portalsulawesi]

Polisi Tangkap Pembunuh Yeyen yang Jasadnya Dibuang di Kawatuna

Palu, Jurnalsulawesi.com – Aparat Kepolisian Resor Kota Palu berhasil menangkap tiga tersangka pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Yeyen, yang jenazahnya ditemukan di semak-semak di Kelurahan Kawatuna, Kota Palu, dengan kondisi kaki dan tangannya terikat pada Sabtu (3/3/2018) pekan lalu.

Dari tiga tersangka yang ditangkap di tempat berbeda itu, salah satu pelakunya perempuan yang juga teman korban.

Kapolres Palu AKBP Mujianto kepada sejumlah wartawan di Mapolres Palu, menyebutkan pelaku pembunuhan itu ditangkap pada Rabu (7/3/2018), sekira pukul 05.00 WITA, oleh tim gabungan Sat Reskrim Polres Palu yang memburu mereka sejak empat hari lalu.

Ketiga tersangka terduga pelaku yang diamankan yakni dua lelaki dengan inisial UM (26) dan ID (28). Sedangkan pelaku perempuan berinisial DH (24).

Kapolres mengatakan, lelaki ID dan perempuan DH ditangkap di Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Usai menangkap kedua tersangka, Polisi melakukan pengembangan dan hasilnya tim gabungan dari Polres Palu bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng berhasil UM di Jalan Rajamoili, Kecamatan Palu Timur.

“Pembunuhan ini direncanakan oleh salah satu pelaku, otaknya adalah perempuan DH (24) yang juga rekan satu profesi dari korban. Kemudian perempuan DH ini mengajak pacarnya UM dan rekannya ID, yang kemudian bersama-sama merencanakan dan melaksanakan perampokan terhadap korban,” kata Kapolres, Rabu (7/3/2018).

Kapolres menuturkan, dalam menjalankan aksinya salah satu pelaku yakni DH berpura-pura bertamu dan mengajak korban keluar rumah menggunakan mobil rental. Sementara dua pelaku yakni ID dan UM telah menunggu di dalam mobil. Di dalam mobil itulah korban dianiaya oleh ketiga tersangka sampai meninggal dunia.

Dari pengakuan para pelaku kata Kapolres, korban dipukul kemudian dicekik sampai mati, baru dipindah ke belakang mobil. Setelah dipastikan mati, barulah korban diikat dan dibuang ke semak-semak di Kelurahan Kavatuna.

“Motifnya perampokan, karena tersangka DH pernah menginap di rumah korban yang diduga memiliki banyak perhiasan emas, namun belakangan ternyata emas-emas itu adalah emas tiruan alias imitasi,” terang Kapolres.

Setelah menghabisi nyawa korban dalam mobil avanza, kata Kapolres, para pelaku balik ke tempat kos korban dan membongkar kos korban untuk mencari emas berdasarkan informasi dari pelaku DH.

“Mereka berhasil menemukan sejumlah emas, namun ketika mau dijual ternyata hanya emas imitasi,” ujar Kapolres mengutip pengakuan para tersangka.

Kapolres menambahkan bahwa untuk kepentingan penyidikan, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit HP merk samsung lipat warna hitam, satu unit HP merk Oppo warna putih dan satu unit mobil Avanza warna hitam yang digunakan para tersangka.

Ketiga pelaku akan dikenakan pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan pasal 364 KUHP ayat 4 dengan ancaman hukuman mati dan penjara seumur hidup, atau paling ringan pidana penjara selama 20 tahun. [***]

Sumber; Antara
Editor; Sutrisno

(Visited 227 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*