Plafon gudang obat yang sudah ambruk. [Agus Manggona]

Polres Donggala Didesak Usut Proyek Puskesmas Lembasada

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Proyek rehabilitasi pembangunan Puskesmas Induk Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggola yang menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 sekira Rp3 miliar lebih, terus saja mendapat sorotan dari berbagai kalangan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nusantara Corruption Watch (NCW) Perwakilan Sulteng mendesak Polres Donggala untuk mengusut proyek yang diduga dikerjakan secara serampangan dan asal jadi tersebut.

BACA JUGAPembangunan Puskesmas Lembasada Asal Jadi
Kepala Perwakilan NCW Sulteng Ir Safri Darise, MP mengatakan, jajaran Polres Donggala harus mensikapi permasalahan ini secara serius, sebab ini menyangkut keuangan negara dan kemaslahatan masyarakat di Wilayah Kabupaten Donggala.

Pasalnya, realisasi pekerjaan di lapangan ditenggarai telah merugikan keuangan negara, karena proses pembangunannya, tidak sesuai dengan bestek serta harapan masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, jika memang dalam realisasi di lapangan ditemukan adanya penyimpangan, maka Iwan yang menggunakan bendera PT Karya Abadi Celebes selaku pelaksana di lapangan harus ikut bertanggungjawab.

Apalagi pengakuan pegawai Puskesmas Lembasada bahwa selama enam bulan fasilitas ini difungsikan, tidak memberikan garansi serta kenyamanan yang baik kepada pelayan medis, lebih-lebih masyarakat yang hendak berobat.

“Memang jika dilihat dari luar Puskesmas Induk ini menterang, tetapi di dalamnya kropos karena dikerja secara serampangan,” kata Syafri.

Olehnya ia mendesak kepada aparat kepolisian untuk tidak tebang pilih. Sekalipun tambah Syafri dikalangan kontraktor Donggala, Iwan di juluki sebagai Bupati swasta, sebab ia adalah keponakan dari Bupati Donggala, Kasman Lassa.

Selain itu, berdasarkan pengakuannya pada media ini, Iwan mengakui sudah pernah diperiksa Tipikor Polres Donggala.

“Ini harus ditindaklanjuti, sampai di mana proses pemeriksaan itu,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa prasarana kesehatan ini sudah banyak yang rusak. Mulai dari ruang Unit Gawat Darurat (UGD), ruang bersalin, ruangan Tata Usaha serta ruang tunggu.

Jika hujan turun, air akan mengenangi ruangan-ruangan tersebut hingga ke mata kaki. Lebih parah lagi, ruang obat-obatan selain tidak steril dan di fasilitasi AC, plafon gudang obat pun sudah ambruk.

Belum lagi WC di ruangan bersalin, sejak dikerjakan sampai saat ini tidak bisa di fungsikan, karena saat digunakan air akan meluap dari samping closet duduk. Semua ini imbas dari tidak maksimalnya instalasi plumbing serta pekerjaan atap Puskesmas, akibatnya air hujan masuk lalu merembes ke ruang-ruang perawatan. [***]

Rep; Agus Manggona

(Visited 131 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*