Kapolres AKBP Sirajuddin Ramli (kiri), Waka Polres, I ketut Tadius (tengah) dan Kasat Narkoba, Iptu Uspan L Djahara memperlihatkan barang bukti dari tangan terduga berinisial FP saat konfrensi Pers di Mapolres Parimo, Sabtu (7/4/2018). [Tribrata]

Polres Parimo Tangkap Pengedar 72 Paket Sabu

Bagikan Tulisan ini :

Parigi, Jurnalsulawesi.com – Satuan Narkoba Polres Parigi Moutong (Parimo) berhasil menangkap pengedar narkotika jenis sabu, yang selama ini menjalankan aksinya di wilayah Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo.

Pelaku berinisial FP alias L (33) tersebut berhasil ditangkap pada Jumat (6/4/2018) malam. Pelaku yang beralamat di Desa Toboli itu ditangkap bersama barang bukti sebanyak 72 paket sabu siap edar.

Kapolres Parimo AKBP Sirajuddin Ramly SH mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pengedar narkotika jenis sabu ini dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, soal maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Desa Toboli dan sekitarnya.

“Dasar laporan itulah kemudian anggota Sat-Res Narkoba melakukan penyelidikan secara intensif. Kemudian pada hari Jumat malam sekira jam 22.30 WITA pelaku berhasil diciduk di Desa Toboli Kecamatan Parigi Utara,” terang Kapolres dalam jumpa pers, di Mapolres Parimo, Sabtu (7/4/2018).

Usai melakukan penangkapan terhadap FP, aparat langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan berhasil ditemukannya barang bukti (BB) berupa 72 paket kecil narkotika jenis sabu dibungkus plastik klip bening dengan berat bruto 8,94 gram.

Selain itu juga ditemukan 3 (tiga) buah korek api gas, 1 (satu) pak plastik klip bening, 1 (satu) buah alat hisap sabu (bong), 1 (satu) buah jarum sumbu, 3 (tiga) buah potongan pipet.

“Hasil introgasi, terduga memperoleh narkotika jenis sabu dari wilayah Pantai Barat Kabupaten Donggala. Namun terduga tidak menyebutkan nama pembawa narkoba tersebut dengan alasan hanya bertemu sesaat saja di Kebun Kopi,” kata Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Tadius SH serta Kasat Narkoba Iptu Uspan L. Djahara.

Dalam pengakuannya kata Kapolres, pelaku mengedarkan sabu kepada anak-anak sekolah di wilayah tersebut.

“Terduga akan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 ayat (1) undang-undang 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan minimal 4 (empat) tahun penjara,” tegas Sirajudin.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, terduga FP kini mendekam di sel tahanan Mapolres Parigi Moutuong, guna proses pengembangan kasus lebih lanjut. [***]

Sumber; Tribrata
Editor; Sutrisno

(Visited 74 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*