[Ilustrasi]

Polres Tolitoli Terkesan Tutupi Kaburnya Tahanan Narkoba

Bagikan Tulisan ini :

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Seorang tersangka kasus narkoba kabur dari sel tahanan Mapolres Tolitoli, Jumat (23/3/2018) malam. Tahanan tersebut kabur bersama seorang tahanan lainnya yang terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (Curamor).

Namun anehnya, kaburnya tahanan narkoba tersebut terkesan ditutup-tutupi agar tidak diketahui wartawan. Bahkan Wakapolres Tolitoli Kompol M Nur Asjik, mengaku hanya mengetahui satu tahanan yang melarikan diri, yakni tahanan kasus curanmor.

Ia juga mengaku terkejut dan baru mengetahui adanya tahanan Narkoba yang turut melarikan diri bersama tahanan Curanmor dari sel tahanan Polres Tolitoli tersebut, saat dikonfirmasi wartawan.

“Saya juga baru dapat informasi kalau ada tahanan Narkoba bernama Ismail yang kabur bersama tahanan curanmor bernama Asrul dari wartawan yang mengkofirmasi,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (26/3/2018).

Wakapolres juga menyatakan baru menerima laporan adanya kejadian tersebut, bahwa tahanan yang melarikan diri dari sel tahanan merupakan titipan kasus perkelahian dan tidak mengetahui perihal adanya tahanan kasus narkoba yang ikut kabur.

Menurutnya, tahanan yang kabur tersebut bukan tahanan melainkan titipan atas kasus perkelahian yang berbuntut penyandraan kenderaan roda dua,  yang kemudian salah satu pihak akhirnya melaporkan penyanderaan motor sebagai kasus curanmor.

“Yang kabur itu bukan tahanan, tetapi titipan,” elak Wakapolres.

Dimintai keterangan mengenai tahanan Narkoba yang berhasil kabur, Wakapolres mengaku tidak mengetahui hal tersebut dan menyarankan kepada wartawan untuk meminta keterangan langsung kepada Kasat Narkoba.

Sampai berita ini dilansir, belum diperoleh keterangan pasti, terkait kaburnya dua tahanan Polres Tolitoli tersebut. Saat akan dikonfirmasi terkait kaburnya tahanan tersebut, Kapolres Tolitoli AKBP M Iqbal Alquddusi enggan memberikan keterangan menyatakan bahwa ia sedang sibuk dan baru punya waktu esok hari.

“Hari ini saya ndak bisa. Besok silahkan,” jawab Kapolres melalui pesan singkat saat diminta waktunya untuk memberikan keterangan.

Meskipun bebarapa sumber di Mapolres juga telah memberikan kepastian terkait kaburnya Ismail, namun Kapolres Tolitoli AKBP Iqbal Alquddusi, terkesan tertutup dan tak memberi akses informasi maupun keterangan terkait hal ini. Ismail ini adalah tersangka kasus Narkoba, yang dibekuk di Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara sebulan yang lalu.

Tertutupnya Kapolres dalam kasus ini juga diperkuat dengan penegasannya kepada jajarannya, untuk tidak membocorkan masalah ini. Penegasan Kapolres itu dikirimkam melalui grup WhatsApp, kepada seluruh anggota Polres Tolitoli.

Sementara, pantauan media ini di Mapolres Tolitoli, Senin (26/3/2018) siang, tampak dua petugas piket yang dianggap lalai penyebabkan dua tahanan berhasil kabur, diberikan sanksi hukuman berlari selama berjam-jam mengelilingi halaman Mapolres Tolitoli.

Informasi yang didapatkan media ini, kedua tahanan yang berhasil kabur tersebut telah memanfaatkan kelalaian petugas yang lengah. Saat diberi kepercayaan keluar dari sel tahanan untuk membuang sampah, keduanya memanfaatkan peluang itu untuk melarikan diri.

Didapatkan pula keterangan, terkait tahanan titipan yang dijelaskan Wakapolres, kasus tersebut sedang dilakukan pengembangan, namun terlapor keburu kabur dan tengah dilakukan pengejaran.

Kronologis kasus tersebut berdasarkan informasi dari anggota Polres Tolitoli yang minta namanya dirahasiakan menyebutkan, kejadian tersebut terjadi pada Jum’at malam, terjadi perkelahian tidak seimbang, antara tahanan bernama Asrul dengan kelompok anak muda di Kelurahan Nalu, karena kalah jumlah, Asrul kemudian memanggil rekan-rekannya.

“Tibanya di lokasi, tinggal satu orang saja yang ditemukan oleh kelompok Asrul, maka disandera lah sebuah motor, dan menyuruh pemilik kenderaan memanggil teman-temannya,” jelas sumber di Mapolres Tolitoli.

Kemudian pemilik motor melaporkan masalah tersebut ke Mapolres dan selanjutnya menangkap Asrul bersama dengan barang bukti kendaraan roda dua, dengan laporan pencurian motor. Saat kasus tersebut sedang dikembangkan, pelaku berhasil melarikan diri.

Kaburnya Arsul inilah yang kemudian diikuti kaburnya Ismail yang menjadi tersangka narkoba tersebut. [***]

Penulis; Ramlan Rizal

(Visited 324 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*