Pendiri Google Sergey Brin berpose menggunakan kacamata Google Glass. [Reuters]

Popularitas Smartphone Bakal Digeser Smartglasses?

Bagikan Tulisan ini :

Jurnalsulawesi.com – Akhir Juni lalu, mantan analis Wall Street, Gene Munster, mengatakan bahwa perangkat Augmented Reality (AR) Apple Glasses, yang diperkirakan meluncur pada 2020, akan lebih besar dari iPhone.

Kini, analisis serupa datang dari pencipta HoloLens Alex Kipman dan kepala Windows Insider Dona Sakar. Keduanya sependapat dengan Munster bahwa kacamata pintar realitas bisa saja melampaui smartphone sebagai teknologi utama.

Kipman, yang menciptakan HoloLens, mengatakan bahwa smartphone sudah mati dan orang-orang belum mengetahuinya.

HoloLens menggunakan kombinasi dunia nyata dan maya untuk membentuk Mixed Reality. Dunia nyata muncul sebagai latar belakang AR sedangkan dunia maya muncul dalan gambar realitas virtual.

Menurut Kipman, smartphone kecil dan layar televisi akan diganti dengan perangkat holografik yang bisa dipakai seperti layar smartglass.

“Potensi perangkat ini suatu hari nanti akan mengganti ponsel, TV dan semua layar Anda. Ketika aplikasi, video informasi dan bahkan kehidupan sosial Anda diproyeksikan ke garis penglihatan Anda, Anda tidak memerlukan gadget berbasis layar yang lain… (itu) ‘kesimpulan alami’ dari mixed reality,” ujar Alex Kipman, founder HoloLens, dikutip dari Phone Arena.

Windows Insider Dona Sakar memiliki pandangan yang sama meskipun dia melihat dari sisi smartphone. Mengaku bahwa dia mencintai Lumia 950 XL miliknya, dia menyadari bahwa sebuah smartphone hanyalah satu kategori tunggal dari grup yang mencakup perangkat mobile.

Seperti Kipman, Sakar melihat Microsoft mengembangkan versi tanpa layar dari smartphone yang mengambil alih handset.

“Saya suka XL 950, tapi itu bukan satu-satunya perangkat mobile di planet ini. HoloLens adalah perangkat mobile. Ada kategori perangkat baru di masa depan yang juga akan menjadi perangkat mobile, akan menjadi hal-hal yang Anda bawa kemanapun Anda pergi,” kata Dona Sakar.

“Dan, sebagai manusia, sangat tidak wajar bagi kita untuk menatap layar ini baru terjadi sekitar 10 tahun terakhir itu membuat kita antisosial, itu membuat kita tidak berperilaku seperti manusia,” tambah dia.

Mengingat Google Glass cukup banyak mengalami kegagalan konsumen dan bahwa smartphone masih memegang kendali, perkiraan tersebut masih jauh dari realita.

Namun, saat ini pengguna telah beralih dari feature phone ke smartphone, dan bukan tidak mungkin untuk beralih ke smartglasses berbasis AR, demikian Phone Arena.[Ant]

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*