Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) tingkat Provinsi Sulteng 2017, di Palu Golden Hotel, Selasa (14/11/2017). [Trisno]

Potensi Melimpah, Tingkat Konsumsi Ikan di Sulteng Belum Ideal

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. Hasanuddin Atjo mengatakan, tingkat konsumsi ikan masyarakat di Sulteng masih di bawah ideal, yakni masih sekira 60 kilo kalori. Padahal, potensi perikanan di Wilayah Sulteng sangat melimpah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) tingkat Provinsi Sulteng 2017, di Palu Golden Hotel, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, Sulteng sebagai provinsi yang memiliki garis pantai yang cukup panjang, tentu memiliki potensi yeng harus digarap secara maksimal untuk mendorong peningkatan produksi ikan di daerah ini.

“Dengan meningkatkan produksi, ketersediaan ikan untuk masyarakat Sulteng juga akan berlimpah. Sehingga akan memudahkan masyarakat untuk memenuhi konsumsi ikan secara ideal, yakni sekira 220 kilo kalori per hari,” ujarnya.

Meski masih di bawah ideal, namun secara prestasi tingkat konsumsi ikan masyarakat Sulteng sudah lebih baik, dari urutan 17 menjadi urutan 14 dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

“Ini hasil kerja keras pemerintah provinsi bersama Forikan Sulteng yang terus mendorong masyarakat di daerah ini untuk mengkonsumsi ikan,” jelasnya.

Dikatakannya, sebenarnya produksi hasil tangkapan nelayan di wilayah Sulteng cukup berlimpah. Tetapi, banyak hasil tangkap nelayan dari perairan Wilayah Sulteng dijual ke provinsi lain. Misalnya, hasil tangkapan nelayan Banggai banyak yang dibawa ke Sulawesi Utara (Sulut) untuk memenuhi permintaan pasar. Sebab, harga ikan di wilayah itu lebih tinggi daripada di pasaran Sulteng.

“Tingginya permintaan menjadikan harga pasaran di Sulut lebih tinggi. Mekanisme pasar inilah yang menyebabkan banyaknya produksi yang dijual ke daerah lain,” paparnya.

Moderator Dr. Tasrif Siara dalam Rakor tersebut juga mengamini pernyataan Hasanuddin Atjo tersebut.

Menurut Tasrif, saat ia berkunjung ke Bali dan bertanya kepada salah satu pemilik restoran tentang pasokan ikan, disebutkan bahwa ikan-ikan yang disajikan direstoran tersebut didatangkan dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Alasannya, kualitas ikan dari daerah tersbut lebih terjamin dan bebas formalin serta zat kimia lainnya.

Selain Hasanuddin Atjo, Rakor Forikan tingkat Provinsi Sulteng 2017, ini juga menghadirkan beberapa pemateri yakni Kadis Perindag Sulteng Moh. Arif Latjuba, Ketua Komisi IV DPRD Sulteng Hj Zalzulmida Djanggola yang juga ketua Forikan Sulteng. [***]

 

Rep; Sutrisno

(Visited 19 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*