Salah satu titik jalan di Desa Pandangan yang masuk dalam pemeliharaan yang ditangani PT SMU telah membentuk kubangan. [Tony]

PPK Tidak Tegas, PT SMU Tak Becus Tangani Pemeliharaan Jalan

Buol, Jurnalsulawesi – Proyek pemeliharaan dan preservasi ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka Kabupaten Buol yang menggunakan dana APBN 2018 sebesar Rp8.855.856.000,- terus menuai sorotan. Pasalnya, proyek pemeliharaan dengan anggaran yang cukup fantastis tersebut, kondisinya sangat memprihatinkan.
Bagaimana tidak, di beberapa titik ruas jalan yang baru selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan.

Bahkan ada beberapa ruas belum juga tersentuh atau dilakukan perbaikan oleh PT Sarana Multi Usaha (SMU) selaku perusahaan pemenang tender. Akibatnya, sangat mengganggu bahkan telah memakan korban jiwa utamanya pengguna jalan yang melintas di ruas tersebut.
BACA JUGA: Pemeliharaan Jalan ‘Bertabur’ Lubang

Wawan Abdullah salah satu pemerhati jasa konstruksi dan kebijakan publik menyayangkan kondisi jalan wilayah utara Kabupaten Buol. Sementara diketahui pemerintah pusat telah mengucurkan yang cukup besar, agar infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten BERKAH ini dipelihara.

“Jadi ini murni ketidakbecusan PT SMU selaku pelaksana di lapangan,” katanya kepada Jurnalsulawesi.com, Rabu (14/11/2018).

Salah satu titik jalan ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka yang juga belum tersentuh pemeliharaan senilai Rp8,8 miliar. [Tony]

Harusnya kata Wawan, pihak PT SMU bersikap profesional. “Janganlah hanya mencari dan mengejar profit, tapi kemudian mengabaikan tanggungjawab dan kemaslahatan masyarakat,” pintanya.

Ia juga menyayangkan sikap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03 PJN Wilayah I Provinsi Sulteng, Nasrun, ST yang tidak tegas dalam mensikapi proyek pemeliharaan dan preservasi ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka.

“Jika memang PT SMU tidak serius dan lalai, harus diberikan sanksi yang tegas, karena ini tidak hanya menyangkut keuangan negara, namun didalamnya ada azas manfaat dan kemaslahatan masyarakat,” tegas Wawan menanggapi pemberitaaan pemeliharaan jalan di Kabupaten Buol itu.

Apalagi diketahui, masih banyak kondisi jalan berlubang, sehingga jika hujan datang, maka jalan-jalan tersebut bagai kubangan kerbau.

Ia berharap anggota DPRD Sulteng utamanya dari daerah pemilihan (Dapil) Buol-Tolitoli tidak tinggal diam. Begitu pun aparat penegak hukum. Jika memang ditemukan ada penyimpangan proyek, harus diusut tuntas.

“Kami mensinyalir, paket-paket pemeliharaan jalan ini hanya dijadikan proyek bancakan, karena bisa jadi pemeliharaan tidak dilaksanakan tetapi dananya dicairkan 100 persen,” cetus Wawan.

Olehnya tambah Wawan, untuk membuktikan semua itu, perlu pihak-pihak terkait turun dan melakukan peninjauan langsung di lapangan, agar bisa diketahui kondisi jalan yang sesungguhnya.

“Yah kondisi ini, harus disikapi, apalagi ini aspirasi masyarakat yang menginginkan infrastruktur jalan di wilayah mereka mendapat perhatian dari semua pihak,” pungkasnya.

Proyek pemeliharaan dan preservasi ruas jalan Umu-Paleleh-Lokodoka Kabupaten Buol Tahun 2018 hingga kini kondisinya masih memprihatinkan. [Tony]

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa hingga pekan ke dua November 2018, masih banyak titik lokasi yang belum tersentuh pemeliharaan atau perbaikan.

Kerusakan jalan masih ditemui di beberapa titik sepanjang jalan ruas Umu-Buol dan sejumlah titik ruas jalan nasional lainnya. Bahkan saluran parit banyak yang tersumbat di sejumlah titik.

PPK 03 PJN Wilayah I Provinsi Sulteng, Nasrun, ST yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penanganan kontrak kritis, atas pekerjaan preservasi dan pemeliharaan jalan tersebut.

Nasrun menyebutkan, rekanan pelaksana pekerjaan akan dikenakan denda lebih besar lagi, jika tidak serius mengerjakan sesuai kontrak.

“Sdh ada tindakan penanganan kontrak kritis …sdh didenda… Terbayar baru _/+50 %,” kata Nasrun melalui layanan WhatsApp kepada Jurnalsulawesi.com, Selasa (13/11/2018).

Nasrun menyebutkan, untuk menangani kerusakan yang ada tidak bisa dilakukan hingga 100 persen.

“tuk tertangani smua kerusakan thn 2018 tdk bisa 100 % karena dana tersedia tdk bisa tuk malayani kerusakan tsb…insha Allah thn depan di usahakan sesuai usulan program penanangan,” tambah Nasrun.

Terkait kondisi jalan tersebut, Nasrun juga mengaku telah melaporkannya kepada BPJN dan telah diekspose bersama tim TP4D.

“Awal 2018 kita survey ternyata dana yg tersedia dan kondisi kerusakan jln tdk cukup..kita ttp masukan program kerja dgn skala prioritas,” tutup Nasrun. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 113 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*