[Ilustrasi]

Proyek Alkes Dinkes Tolitoli Rugikan Negara Rp618 Juta

Palu, Jurnalsulawesi.com – Proyek Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2017 dengan Pagu Rp2.007.838.090,- telah merugikan negara sekira Rp618,62 juta.

Hal tersebut terungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulteng Tahun 2017, terhadap proyek Pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit (RS) Pratama Kabupaten Tolitoli.

Dalam laporannya BPK RI Perwakilan Sulteng menyebutkan, terjadi kemahalan harga atas pengadaan Alkes tersebut, sehingga PT Prima Alverden selaku pemenang tender proyek tersebut, harus mengembalikan kerugian tersebut dalam tenggang waktu 60 hari.

“Kelebihan pembayaran ini harus dikembalikan oleh pihak penyedia jasa dalam hal ini PT Prima Alvarden,” sesuai LHP BPK.

Menurut sumber resmi media ini, proyek yang dianggarkan melalui APBD Kabupaten Tolitoli dengan nama paket Pengadaan Alat-alat Kesehatan RS Pratama (DAK Penugasan), ditender pada Oktober 2017.

Memang dalam proses awal, dugaan kecurangan sudah tercium. Sebab proses pengadaan Alkes ini diduga tidak menggunakan E-Katalog, sebagaimana yang dipersyaratkan untuk pengadaan Alkes.

“Jika dalam limit waktu 60 hari, penyedia jasa tidak memiliki itikad baik mengembalikan kerugian ini, maka bersiap-siap saja berurusan dengan aparat penegak hukum,” tutur sumber yang juga salah seorang kontraktor.

Sementara itu, Adhi Setiawan selaku pelaksana dari PT Prima Alverdan yang dikonfirmasi belum dapat dimintai keterangan.

Adi juga tidak memberikan jawaban dan klarifikasi atas konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat (SMS) dan layanan WhatsApp, Jumat (13/7/2018). Padahal pesan melalui WhatsApp telah dibaca dengan tanda dua centang biru.

Bahkan, Adi Setiawan langsung memblokir nomor ponsel wartawan media ini setelah membaca pesan di layanan WhatsApp. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 196 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*