Direktur Utama Dr H. Suaib Djafar (dasi merah), saat mengikuti RUPS PT PST Tahun Buku 2017, Kamis (28/6/2018). [Ist]

Prusda Sulteng Rencanakan Holding Company

Palu, Jurnalsulawesi.com – PT Pembangunan Sulawesi Tengah (PST) sebagai Perusahaan Daerah (Prusda), merencanakan untuk melebarkan sayapnya, dengan membangun beberapa anak perusahaan yang akan bergerak di beberapa sektor usaha.

“Rencana itu sudah kami usulkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dihadiri para komisaris dan direksi,” kata Direktur Utama PT PST, Dr H. Suaib Djafar, usai pelaksanaan RUPS Tahun Buku 2017, Kamis (28/6/2018).

Menurut Suaib, nantinya PT PST akan menjadi induk beberapa anak perusahaan dan menjadi holding company. Jika ha ini bisa terwujud, dipastikan akan memberi dampak pada masyarakat dan daerah.

“Ini perlu dilakukan untuk mengembangkan usaha yang dapat memberikan kontribusi kepeda daerah. Mudah-mudahan usulan kami disetujui oleh dewan komisaris,” harapnya.

Nantinya ujar Suaib, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Holding Company akan mengembangkan usaha sektor pertambangan dan sektor agrobisnis. Melalui pembentukan holding company katanya, akan membuat performance Prusda makin meningkat di tengah keterbatasan modal.

“Kami juga akan membangun pabrik minyak jagung di KEK Palu. Kemudian untuk mengoptimalkan baja ringan, kami juga akan melengkapi pembuatan atapnya. Karena saat ini masih sebatas memproduksi tiga jenis rangka atap baja ringan yakni Kanal C 75/75, 75/76, Reng dan Hollow yang berfungsi sebagai rangka plafond,” tutur Suaib.

Kemudian PT PST juga telah membangun kerja sama di sektor solar indsutri. “Solar industry sudah berjalan. Saya ada bekerja sama dengan Jagat Nusantara Energi (JNE). sekarang nanti dengan Petro Cole,” imbuh Suaib.

Ia menuturkan, karena daerah ini diberikan Tuhan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, sebagai perusahaan daerah, maka PT PST kembali menggarap sektor tambang nikel di Kabupaten Morowali. Berkaitan dengan pengelohan tambang nikel sebagai potensi yang dimiliki daerah ini adalah peluang bagi PT PST untuk menggarapnya. Supaya perusahaan daerah bisa mendapatkan pemasukan yang lebih besar.

Sekaligus tiga hal berkaitan dengan aspek-aspek pengelolaannya. Yang pertama pengolaan itu sendiri, yang kedua akan membuka lapangan kerja baru.

“Yang ketiga adalah, berkaitan dengan pengelolaan dan sebagainya, pertanyaan kita kalau lima ribu tenaga kerja, berapa beras yang dia makan dan sebagainya,” jelasnya.

Dengan keterbatasan penyertaan modal katanya, namun kini PT PST mampu membangun jaringan melalui perusahaan daerah ini. Pihaknya juga berterima kasih kepada Gubernur Sulteng, Longki Djanggola yang terus memberikan support dalam mengembangkan perusahaan tersebut.

Penyertaan modal awal sejak dipimpinnya ungkap Suaib, sebesar Rp2,4 miliar, dengan melihat perkembangan perusahaan, maka pihak pemprov dalam hal ini Gubernur Longki, pada RUPS memberikan ruang bagi PT PST untuk medapatkan penambahan penyertaan modal dari daerah.

Suaib Djafar menegaskan, prinsipnya adalah sebagai perusahaan daerah untuk bisa bersaing sesuai visi-misi Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, yaitu Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 41 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*