PT COR Diduga Kirim Bahan Mentah Nikel ke China

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Perusahaan Smelter PT COR Industri Indonesia yang berada di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga telah melanggar aturan pelarangan pengiriman bahan mentah jenis Ore Nikel ke Negara China.

Berdasarkan pengakuan masyarakat Morowali Utara, bahwa PT Cor di penghujung Tahun 2017 ini diduga telah tiga kali mengapalkan mineral mentah tersebut. Hal itu terlihat dengan bersandarnya kapal tongkang berkapasitas ribuan ton di Pelabuhan Jety PT Cor di Dusun Lambolo, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Morowali Utara.

Bahkan Wakil Bupati Morut, Moh. Asrar Abd Samad, yang dikonfirmasi juga membenarkan informasi dari masyarakat terkait dugaan adanya pelanggaran PT COR yang mengirim mineral mentah itu.

Wabup Asrar juga menyatakan, bahwa PT COR hanya memiliki IUP khusus pembangunan pabrik pemurnian (Smelter). Ada beberapa perusahaan dalam satu konsorsium di PT Cor yang memiliki IUP untuk mengolah ore nikel. Salah satunya PT MPR. Dilahan PT COR, sebelumnya dikuasai PT Itamatra Nusantara. “Dan mungkin IUP PT Itamatra telah diserahkan kepada PT COR,” sebut Wabup Asrar Abd Samad.

Dari sejumlah informasi diterima redaksi Jurnalsulawesi.com, PT Cor mengirim bahan mentah ore nikel dengan menggunakan manifest NPI. Dengan kadar Ore nikel 1,6 dan hanya mendapatkan kuota 1 juta Metriks ton dari Kementrian ESDM.

Sementara Humas PT Cor Industri Indonesia, Ratnawati Iriana, yang dikonfirmasi via telepon, Sabtu (18/11/2017), mengakui ada dua perusahaan yang telah mengapalkan Ore Nikel ke China, yakni PT COR dan PT MPR.

Ratna mengatakan sesuai ketentuan yang diberikan, PT MPR sebagai pemilik lahan, diperbolehkan mengapalkan bahan mentah Ore Nikel ke luar negeri.

Namun Ratna enggan menjelaskan bukti otentik dibolehkannya perusahaan yang berkantor di Plazza Asia, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan itu mengirimkan bahan mentah nikel ke luar negeri.

“Sudah lima kali PT COR melakukan pengapalan Ore Nikel ke China. Termasuk PT MPR dan semuanya melalui Pelabuhan Jety PT Cor, di Ganda-Ganda,” jelas Ratna.

Sekadar diketahui, Bupati Morut, Aptripel Tumimor, per 1 Desember 2016 telah mengeluarkan perpanjangan Peta lokasi IUP di Lokasi Pabrik PT Cor Industri Indonesia seluas 460 hektar. Untuk bidang usaha industri pembuatan logam dasar bukan besi.

Diketahui, pemerintah telah melarang ekspor nikel mentah (Ore) berdasarkan amanat UU No. 4 Tahun 2009 tentang ekspor mineral dan batu bara. Bahkan,  Presiden Joko Widodo usai menandatangani prasasti peresmian Smelter unit I PT. SMI di Bahodopi, Jumat (29/5/2015) lalu, telah menegaskan kepada semua pihak terkait untuk menghentikan ekspor bahan mentah hasil pertambangan dan produk-produk industri primer. [***]

 

Rep; Yusrin L. Banna
Red; Sutrisno

(Visited 128 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*