Salah satu mesin produksi baja ringan yang dioperasikan PT Pembangunan Sulawesi Tengah. [Ist]

PT Pembangunan Sulawesi Tengah Buka Pabrik Baja Ringan

Palu, Jurnalsulawesi.com – PT Pembangunan Sulawesi Tengah (PST), salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terus menggenjot bisnisnya. Setelah menyasar sektor pertanian, kini PT Pembanguna Sulteng menyasar industri dengan membangun pabrik baja ringan di Kota Palu.

Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng, Suaib Djafar kepada Jurnalsulawesi.com, Kamis (12/4/2018) mengatakan, saat ini pihaknya telah mengoperasikan tiga mesin produksi baja ringan.

“Saat ini kami telah mengoperasikan sebanyak tiga mesin produksi baja ringan, yang masing-masing mesin bisa menghasilkan 182 batang per jam dan mesin bekerja selama delapan jam per hari. Jadi, PT Pembangunan Sulteng bisa memproduksi sebanyak 4.368 batang baja ringan per hari,” kata Suaib Djafar.

Suaib menjelaskan, kualitas baja ringan yang diproduksi PT Pembangunan Sulteng ini juga memenuhi standard nasional yang menggunakan bahan Galvanis Almunium (Galvanium), sebagaimana yang dipersyaratkan untuk memperoleh sertifikat SNI.

“Dengan adanya pabrik baja ringan di Kota Palu, kita akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan baja ringan. Yang pasti harganya juga lebih murah dibanding merek lain, karena baja ringan ini diproduksi langsung di Kota Palu,” terangnya.

Untuk pemasarannya, PT Pembangunan Sulteng telah bekerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) yang siap menggunakan baja ringan dengan brand PT PST ini, untuk kebutuahan pembangunan perumahan di Sulteng.

“Sedangkan Prusda yang ada di Kabupaten/Kota se-Sulteng, kami berdayakan sebagai distributor. Sehingga kebutuhan baja ringan di Kabupaten/Kota akan disupplay melalui prusda yang ada di daerah,” jelasnya.

Suaib mengatakan PT. PST sebagai perusahaan daerah saat ini terus bekerja keras untuk membangun kepercayaan publik, karena sebelumnya perusahaan itu nyaris tidak menjalankan visi dan misi bisnis sebagai perusahaan daerah.

Sebagai bentuk pemberdayaan, PT PST juga memberlakukan ketentuan pembayaran penjualan baja ringan harus dilakukan melalui PT Bank Sulteng.

“Hal ini kami lakukan agar benar-benar memanfaatkan BUMD sehingga kami bisa berkonstribusi untuk menjalankan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Sulteng,” katanya.

Selain membuka pabrik baja ringan, PT PST saat ini juga sudah melakukan ekspansi penjualan hasil tambang nikel yang yang ada di Kendari.

“Untuk penjualan nikel, PT. PST mendapat kepercayaan dari salah satu tambang di Kendari. Jadi hasil tambang perusahaan itu kami yang melakukan penjualannya,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Pembangunan Sulteng, Suaib Djafar (kedua dari kiri) saat berada di salah satu tambang nikel di Sulawesi Tenggara. [Ist]

Sedangkan unit usaha lainnya yang sudah berjalan yakni penjualan batu Bolder yang diambil dari Manado dibawa menuju Sorong Provinsi Papua. “Kenapa kami ambil dari Sorong, karena jarak tempuh yang lebih singkat yakni hanya enam hari perjalanan. Sedangkan jika diambil dari Palu membutuhkan waktu selama 13 hari perjalanan. margin itulah yang akan menjadi keuntungan bagi PT PST,” jelas Suaib.

Selain itu, PT PST saat ini juga melakukan penjualan batu pecah dari Tojo Unauna yang dikirim ke Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sebagai Dirut PT PST Suaib berharap melalui perusahaan daerah ini akan semakin baik dalam memberikan konstribusi bagi perekonomian daerah. Perusahaan daerah harus menjadi katalisator bisnis, baik sektor pertanian, Industri dan perdagangan mengingat daerah ini memiliki potensi besar di berbagai sektor..

“Semoga dengan beroperasinya pabrik baja ringan ini bisa menjadi kado HUT Provinsi Sulteng ke 54, dan menjadikan Sulawesi Tengah menjadi Provinsi yang Berkualitas,” harapnya. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 160 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*