Inilah sebagian anak usia SD di Dusun Bambanipa, Kabupaten Tolitoli, hingga saat ini tidak mengenyam pendidikan. Mayoritas orang tua di dusun terpencil ini juga buta huruf. [Antarasulteng]

Puluhan Anak Suku Lauje di Kabupaten Tolitoli Tak Sekolah

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Sekira 50 anak usia sekolah di Dusun Bambanipa, Desa Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak mengenyam pendidikan sama sekali.

Hal tersebut diketahui saat Dinas Pendidikan Tolitoli mengunjungi dusun yang dihuni 31 kepala keluarga (KK) itu beberapa waktu lalu.

Bambanipa merupakan dusun yang dihuni suku Lauje, salah satu suku terasing di Kabupaten Tolitoli dan sudah berdiri berdiri sejak 25 tahun lalu.

Kepala Dusun Bambanipa, Surya mengatakan, seluruh anak di dusun itu hingga kini tidak satupun yang mengengenyam pendidikan.

Menurut Surya seperti dilansir Antarasulteng.com, beberapa faktor jadi penyebab anak-anak warga di dusun tersebut tidak dapat mengenyam pendidikan. Faktor utama yakni jarak tempuh dari Dusun Bambanipa ke perkampungan yang terdapat sekolah, terlalu jauh, yakni mencapai tujuh kilometer dengan kondisi jalan sangat buruk.

“Butuh waktu berjam jam untuk sampai ke sekolah, mereka tidak sanggup, apalagi kondisi jalan juga cukup berbahaya untuk dilalui anak-anak,” kata Surya.

Beberapa warga setempat berinisiatif mengenalkan pendidikan kepada anak-anak. Namun hanya sebatas pengenalan hitung menghitung, karena hampir seluruh orang tua di wilayah itu juga buta huruf.

Bahkan kata Surya, sekira 90 persen penduduk dewasa tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga sehingga sulit untuk mendaftarkan anaknya masuk ke sekolah.

Setelah mengunjungi dusun yang sangat terbelakang itu, Dinas Pendidikan Tolitoli dalam waktu dekat recananya akan mendirikan sekolah jarak jauh di dusun tersebut sehingga anak-anak di wilayah dapat menikmati pendidikan.

“Kami sudah mendatangi lokasi, dan melihat langsung kondisi anak-anak di sana. Ini adalah persoalan yang harus segera diselesaikan, kasihan anak-anak di sana jika harus hidup tanpa mengenal pendidikan,” kata Kasi Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Tolitoli, Taufik yang ditemui di Tolitoli, Selasa (9/1/2018).

Rencananya, sejumlah tenaga guru honorer akan ditempatkan untuk mengajar di sekolah jarak jauh tersebut. [***]

Source; Antarasulteng
Red; Sutrisno

(Visited 170 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*