Superintendent Sulawesi I, PT Pupuk Kaltim, Slamet Nurhadi memberikan pemaparan tentang pupuk Urea Bersubsidi pada Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour, di Palu, Kamis (6/9/2018). [Trisno]

Pupuk Kaltim Pasok Urea Bersubsidi 31.600 Ton ke Sulteng

Palu, Jurnalsulawesi.com – PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) Tbk memasok pupuk urea bersubsidi sebanyak 31.600 ton di Sulawesi Tengah (Sulteng) sepanjang Tahun 2018. Pasokan tersebut merupakan alokasi yang diberikan Kementerian Pertanian RI untuk didistribusikan ke 13 kabupaten/kota se-Sulteng.

“Hingga awal September 2018, jumlah alokasi yang terserap di Sulteng sudah mencapai 25.611 ton atau sekira 81 persen dari jumlah alokasi pupuk urea bersubsidi untuk petani,” kata Superintendent Sulawesi I, PT Pupuk Kaltim, Slamet Nurhadi, pada Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour, di Palu, Kamis (6/9/2018).

Menurut Slamet dengan jumlah serapan yang sudah mencapai 81 persen, hingga akhir 2018 nanti kemungkinan tak akan mencukupi kebutuhan pupuk urea bersubsidi.

Tetapi hal tersebut tidak akan membuat ketersediaan pupuk urea di Sulteng menjadi langka. Karena di luar kuota pupuk urea bersubsidi tersebut, PT Pupuk Kaltim tetap menyediakan pupuk urea Non subsidi, yang selalu tersedia di Distributor maupun pengecer yang disalurkan dari gudang-gudang yang ada di daerah ini.

Saat ini di Sulteng terdapat enam Distributor dan 188 pengecer serta terdapat 9 gudang milik PT Pupuk Kaltim, untuk menjaga ketersediaan pupuk urea.

“Kami tidak bisa menambah kuota pupuk bersubsidi, karena yang menentukan jumlah pupuk urea bersubsidi di seluruh Indonesia menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Slamet menjamin di Sulteng tidak akan terjadi kelangkaan pupuk urea yang menjadi tanggungjawab PT Pupuk Kaltim.

“Yang perlu dipahami, jika kuota pupuk urea bersubsidi sudah terserap semua, maka petani tidak bisa lagi membeli dengan harga subsidi, tetapi harus membeli dengan harga non subsidi. Karena pupuk urea bersubsidi memang terbatas,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk menambah kuota pupuk urea bersubsidi menjadi usulan Dinas Pertanian Provinsi. “Itupun kalau disetujui oleh pemerintah pusat. Karena kami sifatnya hanya menyarankan kepada dinas terkait untuk membuat usulan jika serapan di setiap kabupaten melebihi kuota,” terangnya.

“Jika ada yang mengatakan pupuk langka, tanyakan dulu pupuk apa yang langka? Karena PT Pupuk Kaltim hanya bertanggungjawab menjaga ketersedian pupuk urea di 49 persen wilayah Indonesia. Jadi tidak semua jenis pupuk menjadi tanggungjawab Pupuk Kaltim,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan, pemerintah pusat dalam memberikan kuota pupuk bersubsidi berdasarkan usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat petani, kemudian disetujui penyuluh pertanian dan diusulkan kepada dinas pertanian provinsi.

“Kemudian dinas provinsi yang mengajukan usulan kepeda pemerintah pusat, maka muncullah kuota bagi setiap daerah. Jika terjadi kekurangan pupuk urea bersubsidi, kami sebagai penyedia hanya sebatas menyarakan kepada dinas untuk mengajukan usulan tambahan kuota. Tetapi belum tentu juga langsung disetujui,” kata Slamet.

Sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour, PT Pupuk Kaltim (Persero) Tbk, di Palu, Kamis (6/9/2018). [Trisno]

Sementara itu, Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk, Angga Andika Putra, mengatakan PT Pupuk Kaltim meningkatkan sistem monitoring stok dengan penggunaan aplikasi Distribution Planning Control System (DPCS), untuk mengantisipasi keluhan petani di berbagai daerah dalam memenuhi kebutuhan pupuk.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga bakal menyediakan jaringan bebas pulsa untuk petani, distributor, maupun kios resmi.

“Fungsinya untuk menyampaikan keluhan dan saran guna meminimalisir permasalahan terkait pendistribusian pupuk,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Superintendent Hubungan Internal Departemen Humas, Nurdi Saptono, Manager Pemasaran PSO2 Nour El Haq dan Account Executive Provinsi Sulteng Susilo Adiwijoyo. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 35 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*