Salah satu tower SUTET di Sidera yang beberapa besi bagian bawah hingga tengahnya hilang dicuri orang. Tower ini menjadi rawan roboh karena hanya ditopang beberapa besi siku yang tersisa. [Ist]

Ratusan Besi Tower Dicuri, Palu Terancam Pemadaman Listrik Besar-besaran

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ratusan batang besi dari beberapa tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) di Wilayah Sidera, Kabupaten Sigi, hilang dicuri orang tak dikenal. Hilangnya ratusan besi siku penopang tower ini membuat PLN Area Palu khawatir, karena tower-tower tersebut rawan roboh.

Parahnya lagi, pelaku pencurian mencopot puluhan batang besi dalam satu tower. “Kejadian pencurian dua hari lalu yang paling parah. Pada satu tower, sebanyak 65 batang besi yang dicuri. Jumlah itu mencapai seperempat dari jumlah besi yang ada dari satu tower,” kata Asisten Manager Operasi 2 Sulteng, AP2B PLN Minahasa, Mudjoko di Palu, Rabu (7/3/2018).

Mudjoko mengatakan, meskipun jalur tersebut merupakan tanggungjawab AP2B Minahasa, namun hal itu akan merugikan kelistrikan di wilayah PLN Area Palu.

“Kejadian ini sudah kami laporkan di Polres Sigi sebanyak empat kali. Termasuk kejadian terbaru yang hilang dua hari lalu. Ini sangat mengkhawatirkan, karena jalur tower yang dicuri mengangkut daya listrik dari PLTA Sulewana Poso,” jelasnya.

Mudjoko menjelaskan, pencurian besi ini dimulai dari tower 4 sampai tower 11. Kurang lebih 200 batang besi tower yang telah dicuri. “Ditambah dua tower dua hari lalu, berarti sudah 11 tower yang besinya dicuri. Jika seperempat besi dalam satu tower sudah hilang, maka konstruksi tower tersebut pasti akan lemah, tidak kuat. Jadi tower itu sangat mungkin ruboh jika ada angin kencang maupun gempa,” kata Mudjoko didampingi Manager Tragi Palu AP2B Minahasa Arther Mangundap dan Supervisor Tragi Palu Benny Lakawa.

Mudjoko mengatakan kejadian pencurian besi tower ini dimulai sejak September 2017. “Mulai September, Oktober dua kali pencurian tower, dan Desember juga ada kejadian pencurian,” imbuhnya.

Mudjoko mengungkapkan hingga saat ini kasus ini masih dalam penyidikan pihak Polres Sigi. “Tower ini dibangun pada 2013. Tim pengawas ada, yaitu mandor line, yang melakukan pengecekan tower,” katanya.

Mudjoko mengimbau kepada warga yang berada di wilayah tower PLN berdiri untuk membantu mengawasi keberadaan tower tersebut. “Jadi 11 tower ini sudah beroperasi. Kejadian ini akan sangat berdampak pada sistem operasional kelistrikan di Kota Palu,” katanya.

“Jalur ini adalah jalur pengambilan daya dari PLTA Sulewana untuk menyuplai listrik di Kota Palu. Jadi jika terjadi gangguan, mislanya dengan robohnya tower ini, dampaknya sebagian Kota Palu akan padam, Tawaeli dan Kabupaten Parigi kemungkinan besar padam total,” katanya.

Mudjoko menjelaskan jika tower tersebut roboh, maka akan memakan waktu hingga 10 hari untuk perbaikannya. Selain bisa menyebabkan pemadaman besar-besaran, jika tower roboh juga bisa membahayakan masyarakat di sekitar tower.

“Sekali lagi, jika tower ini roboh, bisa terjadi pemadaman besar-besaran di Kota Palu, Tawaeli dan Kabupaten Parigi. Pemadaman juga bisa berlangsung berhari-hari,” ungkapnya.

Sementara kata Mudjoko, untuk pembuatan satu tower memakan biaya kurang lebih Rp1 miliar. “Kalau terjadi pemadaman di Kota Palu, maka kami tidak bisa menyuplai daya sekitar 24 MW. Jadi dalam sehari kerugian PLN kurang lebih Rp800 juta,” jelasnya.

Namun, kata Mudjoko, yang sangat terkena dampaknya adalah masyarakat. “Ini pasti. Karena jika satu tower roboh, misalnya tower 4, pasti akan berpengaruh pada tower 3 dan tower 5. Apalagi jika tower 3 tersebut juga ikut bengkok, maka perbaikannya akan memakan waktu lebih lama,” jelasnya.

“Karena itu kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya masyarakat sekitar tower, untuk membantu pengawasan keberadaan tower-tower tersebut. Karena kejadian ini akan sangat merugikan masyarakat. Namun jika besi-besi tower ini dijual ke penadah, pasti langsung bisa dikenali, karena ada kode khusus pada besi tower itu,” katanya. [***]

Penulis; Sutrisno

(Visited 1.078 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*