Pascakebakaran Pasar Tradisional Masomba Palu, Selasa (8/8/2017) malam. Ratusan pedagang kehilangan dagangan dan lapak/kios. [Ist]

Ratusan Pedagang Pasar Masomba Kehilangan Dagangan

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Ratusan pedagang di Pasar Masomba Palu, Sulawesi Tengah kehilangan dagangan dan merugi besar menyusul kebakaran besar di kawasan itu pada Selasa (8/8/2017) malam, sekira pukul 19.15 WITA.

Pantauan di lokasi kebakaran, Rabu (9/8/2017) pagi, meski sebagian besar pedagang kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran yang melanda pusat perbelanjaan tradisional masyarakat di Kota Palu, namun aktivitas jual-beli pasca musibah tetap berjalan normal.

Para pedagang terpaksa untuk sementara ini menggelar dagangan mereka di badan jalan di kawasan pasar itu.

Lapak pasar yang ludes terbakar rata-rata pedagang yang menjual berbagai jenis bahan campuran seperti sayur-mayur, alat rumah tangga dan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Hingga kini belum diketahui secara rinci nilai kerugian material akibat kasus kebakaran yang mengejutkan masyarakat di Ibu Kota Provinsi itu.

Namun ditaksir sementara mencapai miliaran rupiah.Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Pasar Tradisional Masomba Palu. Kebakaran yang menghanguskan ratusan lapak di Pasar Masomba sudah untuk yang ketiga kalinya.

Pemilik kios mencoba mengamati sisa-sisa kebakaran, Rabu (9/8/2017) pagi. [Ist]

Ny Murni, seorang pedagang, salah satu dari ratusan pedagang di pasar itu yang kehilangan tempat jualan bersama dengan seluruh dagangan ludes dilalap “si jago merah”.

Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Palu dalam kebakaran itu menerjunkan sebanyak delapan unit mobil pemadam ke lokasi kebakaran.

Kobaran api baru dapat dijinakan setelah tiga jam, para petugas Dinas Pemadam Kebakaran Pemkot Palu bekerja keras memadamkan kobaran api.

Los pasar ikan juga ludes terbakar. [Ist]

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Pemkot Palu, Amiruddin yang dihubungi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal kebakaran yang melanda Pasar Tradisional Palu itu.

“Saya masih rapat dengan Wakil Walikota,” katanya melalui ponsel genggamnya.[Ant]

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*