Proses belajar mengajar di SMAN 1 Bambalamotu, Mamuju Utara, Sulawesi Barat harus melantai karena kekurangan meja dan kursi, Rabu (2/8/2017). [Sindonews]

Ratusan Siswa SMA di Mamuju Utara Belajar di Lantai

Mamuju Utara, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak 228 siswa SMA Negeri 1 Bambalamotu, Kelurahan Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk melantai karena tidak ada kursi dan meja.

Kondisi ini membuat para siswa di enam ruangan kelas tidak bisa konsentrasi belajar. Dari keterangan para siswa, keadaan ini ini sudah dirasakan sejak satu tahun lalu. Padahal, sekolah ini salah satu SMA unggulan di Mamuju Utara.

Pihak sekolah menyebutkan, jumlah kursi dan meja di SMAN 1 Bambalamotu memang kurang. Dari 15 ruangan kelas yang diisi 522 siswa-siswi, sebanyak 228 orang di antaranya terpaksa harus duduk melantai di enam ruangan kelas saat proses belajar.

“Sejak hari pertama masuk sekolah, kami sudah harus duduk melantai karena tidak mempunyai kursi dan meja. Kami jadi sangat terganggu belajar,” tutur salah seorang siswa SMAN 1 Bambalamotu, Sipami, Rabu (2/8/2017).

Parahnya lagi, walaupun kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan sekolah ini telah dikunjungi anggota DPRD Mamuju Utara, hingga saat ini sekolah belum mendapatkan tambahan kursi dan meja. Bahkan jumlah siswa yang melantai bertambah dari sebelumnya hanya dua kelas menjadi enam kelas.

Beberapa di antara siswa memilih tidur tengkurap karena kelelahan dan jenuh duduk sepanjang pelajaran berlangsung. Sebelum masuk ruangan, para siswa pun mesti melepas sepatu agar lantai sekolah tempat mereka duduk tidak kotor.

Siswa lain belajar dengan bersimpuh dan tengkurap di lantai. [Sindonews]

“Karena duduk melantai, kakinya terlipat selama berjam-jam sambil membungkuk. Ini membuat kaki kram dan punggung sakit,” kata Sipami.

Para siswa merasa capek saat proses belajar belangsung. Beberapa siswa yang tidak tahan belajar dengan posisi yang tidak nyaman itu membawa meja kecil dari rumah agar bisa konsentrasi belajar. Kondisi seperti ini sangat ironis jika dibandingkan dengan bangunan SMAN 1 Bambalamotu yang berdiri megah di lahan seluas 1 hektare (ha).

Kepala Sekolah SMAN 1 Bambalamotu Ahfaz mengatakan, sebanyak 522 siswa dan 228 siswa baru di enam ruangan, lima di antaranya berada di ruangan kelas. Sementara yang satu kelas terpaksa menggunakan ruangan lab, semua tanpa kursi dan meja.

“Kondisi siswa yang melantai ini sudah kami laporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat. Namun hingga sampai saat ini tambahan meja dan kursi belum terealisasi,” paparnya. [***]

 

Source; Sindonews.com

 

Komentar Anda..!

Komentar

Tinggalkan Komentar Anda...