IAIN Palu melakukan Assessmen untuk penjaringan jabatan administrasi. Assessmen diikuti 37 peserta terdiri dari pejabat pengawas 13 orang dan pelaksana 24 orang, Senin-Rabu (26 - 28 Februari 2018). [Ahmad]

Rekrut Pejabat, IAIN Palu Assessmen ASN Berkompeten

Palu, Jurnalsulawesi.com – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mulai melakukan assessmen sebagai bentuk penjaringan untuk perekrutan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkompoten demi pemetaan serta perekrutan pejabat dilingkungan perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

Penjaringan untuk pemetaan jabatan itu dilakukan dengan Assessmen kompotensi pejabat administrasi yang diikuti sebanyak 37 peserta terdiri dari pejabat pengawas 13 orang dan pelaksana 24 orang, sejak 26 – 28 Februari 2018.

“Assessmen ini salah satu instrumen yang dipakai dalam meningkatkan kinerja aparatur sipil negara, maupun calon pejabat maupun pejabat yang suda menduduki jabatan tertentu,” ungkap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd saat memberi arahan pada pra-assessmen kompotensi pejabat administrasi.

Prof Sagaf Pettalongi mengaku berdasarkan pengetahuannya terdapat tiga hal penting dalam assessmen, pertama, menyangkut pengetahuan dan kecerdasan ASN. Kedua, menyangkut keterampilan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas. Ketiga, menyangkut sikap dan nilai dalam melaksanakan tugas atau-pun proses interaksi dalam keseharian.

Karena itu, Ia berharap assessmen dapat melahirkan pejabat yang memiliki disiplin kerja yang baik. Hal itu untuk menunjang orientasi perguruan tinggi tersebut selama empat tahun kedepan yang berorientasi pada peningkatan mutu untuk peningkatan daya saing perguruan tinggi Islam negeri tersebut.

“Karena itu seluruh ASN yang terkait dengan pelaksanaan fungsi-sungsi administrasi, maupun pelayanan fungsional harus mengarah pada peningkatan mutu. Salah satu syarat untuk peningkatan mutu yaitu disiplin ASN atau disiplin kerja khususnya para pejabat yang menduduki jabatan tertentu,” kata Prof Sagaf S Pettalongi.

Menurut dia, disiplin kerja dapat menunjang meraih apapun yang dinginkan. Karena itu, perlu ada pembinaan khusus terdahap calon-calon pejabat maupun pejabat yang sudah menduduki jabatan tertentu.

Ia mengaku menurut pengamatannya disiplin kerja belum maksimal, karena itu assessmen menjadi tolak ukur penting dalam perekturatan pejabat, sekaligus yang juga untuk meningkatkan disiplin kerja.

Sagaf juga berharap agar assessmen dapat melahirkan pejabat yang berintegritas yang dapat berpengaruh terhadap beberapa aspek kedisiplinan ASN dalam menunjang orientasi perguruan tinggi tersebut.

Sementara itu Kepala Sub-Bagian Assessmen Pegawai Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Syaharudin mengatakan assessmen kompotensi menilai kemampuan kemampuan seorang ASN untuk dibanding dengan standar jabatan yang ingin diduduki.

“Assessmen akan berdampak terhadap penempatan pejabat disuatu jabatan sesuai dengan keahlian, serta pejabat mencintai pekerjaannya,” ungkap Saharudin.

Ia menguraikan terdapat tiga kompotensi yang harus dimiliki ASN, pertama yaitu kompotensi sosial kultur didalamnya terdapat kemampuan dan kompotensi perekat NKRI.

“Kementerian Agama dalam kompotensi yaitu harmonisasi keberagaman. Jadi ASN diharap memiliki semangat dan jiwa untuk perekat NKRI,” ujar Saharudin.

Kedua, ASN Kemenag harus memiliki kemampuan managerial, dan selanjutnya yaitu kompotensi tekhnis.

“Kemampuan tekhnis meliputi memiliki kemampuan komunikasi, mampu berkomunikasi untuk meyakinkan publik serta mampu mengoperasikan komputer. Minimal dapat mengoperasikan microsoft excel dan word,” urainya. [***]

Penulis; Ahmad

(Visited 51 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*