Sosialisasi beasiswa Bank Indonesia di IAIN Palu, Selasa (16/1/2018). [Ahmad]

Rektor IAIN: Beasiswa BI Terus Meningkat

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Saggaf Pettalongi MPd menyatakan bantuan biaya pendidikan dari Bank Indonesia (BI) kepada mahasiswa perguruan tinggi tersebut meningkat setiap tahun.

Bank Indonesia mulai memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa IAIN Palu sejak tahun 2014 sampai dengan saat ini dengan nilai anggaran yang terus mengalami perubahan peningkatan.

“Peningkatan ini tidak hanya dari sisi jumlah penerima yang terus mengalami peningkatan, tetapi dari sisi pembiayaan juga mengalami peningkatan,” ungkap Prof Dr H Saggaf Pettalongi MPd, Selasa (16/1/2018).

Pada 2014, terdapat 37 mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Palu menerima bantuan biaya pendidikan Bank Indonesia, dengan nilai bantuan Rp222 juta, setiap mahasiswa menerima Rp6 juta.

Bantuan biaya pendidikan itu diberikan kepada mahasiswa semester genap empat dan enam di fakultas tersebut, untuk penyelesaian studi stara satu.

Tahun 2015 dan 2016, Bank Indonesia kembali memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 40 mahasiswa, setiap mahasiswa menerima Rp6 juta.

Bantuan itu diterima oleh mahasiswa/mahasiswi Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam dan mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.

“Ini adalah satu rahmat yang besar yang patut disyukuri, dari bentuk komitmen Bank Indonesa kepada IAIN Palu,” kata Prof Dr Saggaf Pettalongi MPd.

Tahun 2018, BI mengalokasikan anggaran senilai Rp 1,220 miliar untuk beasiswa mahasiswa di dua perguruan tinggi di Kota Palu yaitu IAIN Palu dan Universitas Tadulako.

Setiap mahasiswa menerima bantuan biaya pendidikan Rp12 juta yang diterima setiap bulan dengan nilai Rp 1 juta dari Bank Indonesia. Pencairan bantuan biaya pendidikan pada Maret dan Oktober 2018.

Dia menguraikan setiap mahasiswa berhak menerima beasiswa tersebut. Namun hanya mahasiswa yang memenuhi kriteria yang dapat menerima bantuan tersebut.

Kriteria yang dimaksud antara lain, akhlak yang baik. Dimana hal itu sangat penting sebagai salah satu identitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. Kemudian, capaian indeks prestasi mahasiswa. Yaitu, indeks prestasi (IP) harus minimal 3,00.

“Silahkan berkompetisi untuk meraih beasiswa tersebut, asalkan mampu mempertahankan apa yang telah dipersyaratkan. Syarat utama sikap dan perilaku serta indeks prestasi, tentu harus rajin kuliah,” terangnya. [***]

Rep; Ahmad
Red; Sutrisno

(Visited 28 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*