Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd

Rektor: Rilis BNPT Jadi Tantangan PT Lawan Radikalisme

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengemukakan rilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengenai kampus terpapar faham radikalisme menjadi tantangan serius bagi perguruan tinggi (PT) di Indonesia.

“Rilis BNPT terhadap 7 perguruan tinggi yang terindikasi terpapar faham radikalisme, serta terdapat beberapa oknum yang berfaham radikal tentu didasarkan atas beberapa faktor dan indikasi yang mengarah kepada kriteria dan hasil pantauan dan pengamatan yang telah dilakukan BNPT,” kata Prof Sagaf Pettalongi MPd, di Palu, Kamis (7/6/2018) malam.

Merespon rilis BNPT, Prof Sagaf menyebut faham radikalisme dapat saja masuk pada seluruh lapisan masyarakat, namun tidak terkecuali masyarakat kampus yang memiliki pengetahuan di atas masyarakat pada umumnya.

Wakil Ketua Umum MUI Sulawesi Tengah ini mengatakan beberapa faktor memberi pengaruh besar seseorang atau sekelompok orang terkontaminasi faham rasikalisme.

Pertama, kata dia, pemahaman masalah keagamaan rendah. Parahnya lagi jika belajar agama kepada seseorang yang pengetahuan keagamannya juga sangat terbatas.

Kedua, pemahaman tentang agama diperoleh secara otodidak, baik melalui buku-buku tertentu, lewat media sosial, internet dan semacamnya.

“Bergaul dengan orang-orang yang berfaham radikal, bisa lewat organisasi, pengajian-pengajian ataupun perkumpulan yang cenderung berfaham radikal. Kemudian hidup dalam lingkungan keluarga dan masyarakat yang memang berfaham radikal (seperti kasus bom bunuh diri Surabaya sekeluarga), ini dapat membuat seseorang berfaham radikalisme,” urainya.

Kemudian, sebut dia, memperoleh pendidikan atau faham radikal secara sistematis dari lembaga pendidikan yang pernah dilaluinya, tanpa pencerahan lebih lanjut dan perimbangan pemahaman tentang apa yang telah diperoleh dan dipelajari di lembaga pendidikan tersebut, dapat menjadi benih-benih radikalisme.

Lanjut Prof Sagaf menyebut radikalisme adalah sebuah faham dan tindakan yang cenderung ekstrim dalam memandang dan memahami serta menyikapi satu masalah baik berkaitan dan bertentangan dengan ideologi, faham maupun ajaran tertentu. [***]

Penulis; Ahmad

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*