Koordinator Relawan Posko Peduli Sulteng-Yogya, Faisal saat menjemput bantuan dari Yogya di pelabuhan peti kemas. [Ist]

Relawan Peduli Sulteng-Yogya Bangun Ruang Belajar Sementara

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Meskipun status bencana masa tanggap darurat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala telah berakhir dan telah masuk ke masa transisi, namun aksi sosial yang dilakukan Relawan Posko Peduli Sulteng-Yogya terus berjalan. Mereka adalah gabungan mahasiswa asal Sulteng dan relawan Yogyakarta. Hingga saat ini kepedulian mereka terhadap bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala) tak berhenti, di mana mereka membangun sejumlah fasilitas umum di lokasi-lokasi terdampak bencana.

“Fokus kami saat ini membangun fasilitas umum, seperti MCK dan ruang belajar sementara di sekolah – sekolah, khususnya sekolah swasta. Sedang berjalan di wilayah Sigi dan Donggala, Palu juga ada yang didata,” ungkap Koordinator Lapangan, Faisal alias Bongki di Donggala, Kamis (8/11/2018).

Ia menuturkan sejumlah ruang belajar sementara yang mereka bangun, yaitu MTs Alkhairaat Desa Baluase, Kecataman Dolo Selatan, ruang belajar sementara, MTs Desa Solove, Madrasah Ibtidaiyah Alkhairaat Desa Mpanau Kecamatan Biromaru, MA Alkhairaat dan MTs Alkhairaat Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa, MTs Alkhairaat Desa Pulu Kecamatan Dolo Selatan, serta pembangunan ruang belajar di SD Alkhairaat Pusat Kota Palu.

Selain itu juga membangun sarana Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan dan MCK di Desa Lende Tovea, serta memberikan bantuan seratus sak semen guna membangun Mesjid di Desa Loru Kecamatan Biromaru.

Menurut Bongki, kepercayaan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan masyarakat Yogya melalui Gubernur Sri Sultan Hamengkubono X kepada Posko Peduli Sulteng – Yogya dalam mengelola dan mendistribusikan bantuan merupakan suatu penghargaan yang luar biasa bagi mereka.

Antusias Pemda DIY dan masyarakatnya membantu bencana di Sulteng masih terus berdatangan di Posko Induk Desa Dolo. Seperti peralatan bayi, sembako, buku tulis sekolah dan berbagai peralatan sekolah lainnya. Bongki mengatakan, masih ada dua program yang akan mereka kerjakan, pertama pembangunan Hunian Sementara (Huntara), kedua pengadaan penyulingan air bersih langsung minum.

“Kita sementara asesmen lokasinya. Untuk air bersih yang diminum kami sementara mendata lokasi tenda-tenda pengungsian warga yang ada mesin pompa air. Barangnya dipesan di Jakarta,” jelasnya.

Sri Sultan ujar Bongki, sangat bersimpatik kepada masyarakat korban bencana dengan terus mengirimkan bantuan supaya Pemda Sulteng dan masyarakat korban bencana dapat segera bangkit dari bencana ini.

“Yang jelas Pemerintah dan masyarakat Yogya sangat peduli terhadap bencana di sini, karena mereka juga pernah merasakan bencana,” katanya.
Sri Sultan terus mensupport dan selalu memonitor aksi sosial yang dilakukan oleh Relawan Posko Peduli Sulteng-Yogya. [***]

Penulis; Bob Shinoda

(Visited 31 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*