Anggota DPRD Kabupaten Donggala Dapil V, Mahmud P Tahawi menggelar reses di Dusun 9, Desa Karya Mukti, Kecamatan Dampelas, Rabu (10/5/2017). [Ist]

Reses di Karya Mukti, Anggota DPRD Donggala Tampung Keluhan Warga

Bagikan Tulisan ini :

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Untuk menampung aspirasi dan mengetahui kondisi masyarakat di daerah pemilihannya, anggota DPRD Kabupaten Donggala Dapil V, Mahmud P Tahawi menggelar reses di Dusun 9, Desa Karya Mukti, Kecamatan Dampelas, Rabu (10/5/2017)

Dalam pertemuan itu banyak warga mengeluhkan tentang rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan di desa penghasil beras tersebut. Selain itu warga juga mempertanyakan soal belum di perbaikinya jalan yang menghubungan desa Budi Mukti dan desa Parisan Agung. Bahkan dari penuturan warga, jalan tersebut saat ini sudah di tanami pohon pisang oleh warga setempat.

Pada reses yang di hadiri puluhan warga dusun 9 ini salah seorang kepala desa, yakni Kepala Desa Parisan Agung mempertanyakan keseriusan pemkab Donggala untuk memperbaiki jalan yang menghubungkan Budi Mukti-Parisan Agung. Menurutnya, jalan tersebut sejak zaman Orde Baru hingga era Reformasi belum pernah diperbaiki.

“Perlu saya informasikan kepada anggota DPRD Donggala yang terhormat, jalan Budi Mukti-Parisan sisa presiden RI yang tidak melaluinya. Menteri sudah, gubernur dan bupati sudah. Itu pun pada saat kampanye. Harmoko bahkan pernah melalui jalan ini namun tidak pernah diperbaiki,” keluhnya.

Mahmud mengatakan, dirinya akan membantu masyarakat di dusun 9 Karya Mukti sesuai dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan. “Banyak warga mengeluhkan soal jalan yang tidak pernah di perbaiki oleh pemerintah. Tapi kita tahu bersama ini juga soal keterbatasan anggaran. Namun yang jelas keluhan warga akan menjadi perhatian kami,” katanya.

Pada resenya kali ini, Mahmud sengaja mengundang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Donggala, Abdul Rasyid untuk mendengarkan secara langsung keluhan masyarakat di daerah pemilihanya. Melalui Abdul Rasyid warga berharap agar DPRD Donggala bisa memperjuangkan aspirasi mereka terutama dalam soal perbaikan infrastruktur jalan di desa tersebut.

Abdul Rasyid mengatakan, keluhan warga tersebut akan disampaikan kepada Bupati Donggala karena Bupati adalah kuasa pengguna anggaran. “Semua keluahan warga akan kami tampung. Namun sekali lagi APBD kita tidak cukup untuk membiayai seluruh permintaan masyarakat. 500 miliar lebih anggaran kita habis untuk kegiatan rutin. Insya Allah hal ini kami akan sampaikan kepada Bupati,” tutup Rasyid.

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*