[Ilustrasi]

Ribuan Triliun Kredit Masih “Nganggur”

Bagikan Tulisan ini :

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Jumlah kredit yang belum dicairkan atau undirsbursed loan dari data statistik perbankan Indonesia (SPI) per Juni 2017 tercatat masih Rp 1.346 triliun.

Ekonom The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tingginya angka tersebut bergantung pada daya serap dunia usaha untuk berekspansi.

Undisbursed loan itu memang tergantung pada kepercayaan pelaku usaha untuk mulai melakukan ekspansi,” kata dia seperti dikutip detikFinance, Senin (25/9/2017).

Dia mengatakan, kredit yang mengendap ini bisa berkurang jika pertumbuhan mulai menggeliat. Hal tersebut harus diiringi dengan kondisi dunia usaha yang kondusif.

“Jadi jika kondisi ekonomi dan politik kondusif maka awal 2018 undisbursed loan bisa turun. Pemerintah harus benar-benar menjaga iklim dunia usaha,” ujarnya.

Menurut dia, jika iklim dunia usaha dijaga dan tidak ada kegaduhan menjelang pemilihan Presiden maka pengusaha berani pinjam ke bank.

“Sebaliknya jika muncul kegaduhan, maka undisbursed loan bisa naik lagi,” imbuh dia. Saat ini sektor komoditas sudah banyak yang mulai menarik kredit baru, khususnya pertambangan dan sawit.

Dari data uang beredar BI, jumlah kredit per Juli tercatat Rp 4.494 triliun atau 7,9% year on year. Penyaluran kredit didorong oleh kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KI). Untuk kredit modal kerja tercatat Rp 2.007 triliun.

Fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undirsbursed loan di perbankan nasional tercatat masih sekitar 29,95% dari total penyaluran kredit.

Asisten Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan tingginya undisbursed loan terjadi karena permintaan yang belum kuat.

“Masih tinggi juga karena cerminan dari permintaan yang masih rendah karena ekonomi yang belum pulih total,” kata Dody.

Dia menjelaskan, untuk mengurangi undirsbursed loan harus diiringi dengan pertumbuhan kredit.

“Harapannya saat pertumbuhan ekonomi makin menggeliat maka akan mendorong permintaan kredit dan mengurangi undisbursed loan,” ujarnya.

Dia menjelaskan saat ini perbankan dan korporasi memang sedang berkonsolidasi akibat kondisi bisnis yang tidak terlalu menguntungkan.[Dtc]

 

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*