RSUD Kabelota Donggala

RS Kabelota Menunggak Pembayaran Listrik Rp91 Juta

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Listrik Rumah Sakit (RS) Kabelota Donggala terancam diputus. Pasalnya, Rumah Sakit Umum milik daerah tersebut sudah tiga bulan menunggak pembayaran listrik kepada PLN. Tunggakan itu terhitung sejak bulan Januari 2018 sebesar Rp91 juta lebih.

Hal ini diakui oleh plt direktur RS Kabelota, Ahamdi Arif di hadapan Komisi I DPRD Donggala, Jumat (6/4/2018) lalu. Pembayaran listrik RS Kabelota tak tercantum dalam DPA.

“Kita sudah menunggak Rp91 juta lebih. Anehnya, ternyata pembayaran listrik itu tidak ada dalam DPA,” ujarnya.

Persoalan itu akan berdampak sangat besar terutama dalam hal pelayanan rumah sakit. Ahmadi mengatakan, jika listrik sampai diputus, maka sudah dipastikan rumah sakit akan lumpuh.

“Pelayanan rumah sakit itu tentu butuh listrik. Coba bayangkan saja misalnya dokter sedang melakukan operasi kepada pasien, kemudian listrik padam. Kasihan masyarakat,” katanya.

Ahmadi mengatakan, persoalan tersebut sudah dikonsultasikan kepada plt Bupati Donggala. Salah satu solusinya pembayaran listrik akan dianggarkan pada APBD Perubahan. Pemerintah daerah harus segera membuat kesepakatan bersama dengan PLN.

“Jangan sampai listrik diputus PLN yang akan berakibat buruk bagi pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.

Bahkan kata Ahmadi beberapa honor seperti honor pengguna anggaran, PPK hingga Tunjangan Penghasilan tak ada di dalam DPA RS Kabelota.

“Padahal kalau dilihat dari tingkat resiko pekerjaan, maka kita di rumah sakit itu paling tinggi resikonya tertular dengan penyakit,” demikian Ahmadi.[***]

Penulis; Jose Rizal

(Visited 67 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*