Penembakan rudal balistik kapal selam dari bawah air dalam foto tidak bertanggal yang dirilis oleh Pusat Agensi Berita Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, Minggu (24/4/2016). [REUTERS]

Rudal Korut Jatuh di Laut Jepang

Bagikan Tulisan ini :

Tokyo, Jurnalsulawesi.com – Sebuah rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara, Minggu (14/5/2017) pagi tadi, terbang sejauh 700 km, untuk kemudian jatuh di Luat Jepang, kata pemerintah Korea Selatan dan Jepang seperti dikutip Reuters.
Korea Utara menembakkan peluru kendali balistik tak dikenal sekitar pukul 5.27 pagi waktu Seoul dari daerah Kusong yang berlokasi di barat laut ibu kota Pyongyang, kata Kepala Staf Gabungan Korea Selatan.
Sumber militer Korea Utara menyebutkan bahwa AS dan Korea Selatan tengah menganalisis lebih jauh informasi ini.

Sementara itu Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga menyatakan bahwa peluru kendali itu terbang selama 30 menit untuk mendarat di Laut Jepang.


PM Jepang Protes Keras

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memprotes peluncuran rudal Korea Utara (Korut) dari Barat Laut Kota Pyeongan (Heian) Korut pagi ini.

Dewan Keamanan Nasional (NSC) langsung rapat, Minggu (14/5/2017) dipimpin langsung Shinzo Abe.

“Kami akan monitor dan kerja sama dengan pihak Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan mengenai hal ini. Jelas kami protes peluncuran rudal tersebut,” kata Abe kepada wartawan.

Disamping peringatan keras dari komunitas internasional termasuk dari pelanggaran ketentuan Dewan keamanan PBB, Korut tetap saja meluncurkan rudalnya hingga kini.

Selama satu tahun terakhir ini sudah hampir 40 kali peluncuran rudal dilakukan Korut.

“Jepang memprotes keras peluncuran rudal ini disamping tantangan sangat serius bagi keamanan negara Jepang dan pelanggaran nyata atas Konvensi Dewan keamanan PBB. Kita protes,” kata dia.

Provokasi lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan pihak AS dan Korea Selatan serta menjaga mengelola dengan baik sistem J-Alert Jepang yang akan melakukan segala tindakan cepat dan tegas di masa depan.

Kali ini sistem J-Alert tidak berbunyi dan pihak kementerian pertahanan mengerahkan pasukan Aegisnya untuk memonitor langsung kejadian di semenanjung Korea tersebut.

“Berbagai informasi akan kami kumpulkan dianalisa lebih lanjut, sekaligus pemeriksaan berbagai pesawat, keamanan mereka baik di laut maupun di udara. Sekaligus menyiapkan segera segala kemungkinan dengan koordinasi berbagai kementerian di Jepang,” kata dia.

Berbagai langkah dan kemungkinan didiskusikan Abe bersama tim khusus dan para pejabat tinggi pertahanan Jepang di Kantor PM Jepang pagi ini yang dimulai pukul 06.45 waktu Jepang untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya. [***]

Source; Antara/Tribunnews

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*