Sejumlah tokoh muda, intelektual serta beberapa aktivis pergerakan mendeklarasikan Gerakan Rakyat untuk Daerah (GARUDA), di Kota Palu, Sabtu (28/7/2018). [Ist]

Sejumlah Intelektual dan Aktivis Pergerakan Deklarasikan GARUDA

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sejumlah tokoh muda, intelektual serta beberapa aktivis pergerakan dalam waktu dekat akan mendeklarasikan berdirinya sebuah wadah perjuangan rakyat yang bernama, Gerakan Rakyat untuk Daerah (GARUDA), di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Deklarasi ini akan dihadiri oleh tokoh-tokoh muda dari berbagai penjuru Indonesia Timur, mulai dari Sulteng, Manado, Kalimantam, Gorontalo, Sulsel, Sulbar, Sultra, NTT, NTB, Bali, Maluku serta Papua.

Menurut penggagas GARUDA, H Datu Wajar Lamarauna, berdirinya front pergerakan rakyat ini, murni dilandasi oleh semangat untuk membangun Indonesia Timur.

“Deklarasi gerakan perjuangan rakyat ini adalah hasil kesepakatan kami dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh muda, intelektual serta aktivis pergerakan di Indonesia Timur,” terang Datu Wajar, yang didaulat menjadi Ketua Presidium GARUDA, di Palu, Sabtu (28/7/2018).

Hal senada diungkapkan salah satu presidium Agussalim. Menurutnya, gagasan ini muncul sebagai kondisi yang diyakini bahwa Indonesia di dalam perjalanannya menjadi sangat tidak adil, yang diakibatkan oleh daerah-daerah di Indonesia Timur, hanya dieksploitasi sumber daya alam (SDA), kerusakan ekologi, ketimpangan agraria atas hak ulayat, serta adanya diskriminasi kepemimpinan nasional yang sarat dengan stigma daerah.

Bahkan dalam basis konstitusi, GARUDA kata Advokat Rakyat ini, akan melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap amandemen ke IV Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, atas kedudukan daerah istimewa yang tidak merata di kawasan Indonesia Timur.

“Intinya, kita mau mengembalikan sejatinya Indonesia, sebagai sebuah Republik yang Merdeka seratus persen,” tandas Agussalim, kepada Jurnalsulawesi.com, Sabtu (28/7/2018).

Untuk mewujudkan serta mengimplemtasikan aspirasi dan perjuangan pergerakan rakyat ini, GARUDA akan menggelar konferensi rakyat yang rencananya akan di laksanakan di Kabupaten Poso, Ambon atau Denpasar-Bali.

“Semuanya tergantung kesepatakan bersama,” tutur Sekjen GARUDA Nizar Dg Rahmatu, yang diamini oleh Presidium asal Sulsel Andi Ridwan, Sudirman Zuhdi asal Sulbar, tokoh pers Sulteng Agus Manggona, serta Tokoh Pemuda Indonesia Timur Salim Alatas.

Ditegaskan Nizar, alasan dipilihnya tiga daerah ini, karena baik Poso, Ambon maupun Denpasar, merupakan daerah yang memiliki histori lahirnya Republik Indonesia.

Dalam konferensi rakyat mendatang papar Nizar, GARUDA akan melahirkan berbagai rekomendasi, mulai bentuk pemerintahan otomomi seluas-luasnya di Indonesia Timur. Kemudian fiskal dan moneter kedudukanya untuk daerah, keamanan khusus untuk Polri dan masing-masing berkedudukan di daerah serta ekspor dan impor untuk otonomi daerah. [***]

 

Penulis; Agus Manggona

(Visited 258 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*