Beberapa murid yang menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami mual dan muntah-muntah. [Ist]

Sekolah Diliburkan, Komite Minta Kasus Keracunan Diinvestigasi

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – Peristiwa keracunan makanan yang menimpa ratusan murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Al-Fahmi Kota Palu, Senin (4/12/2017) siang, mengundang keprihatinan masyarakat luas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bukan hanya para siswa yang mengalami mual dan muntah setelah menyantap nasi goreng sebagai menu makan siang itu. Tetapi beberapa guru juga harus menjalani perawatan.

Terkait dengan peristiwa tersebut, Kepala SD IT Al-Fahmi, Rahmawati Ottoluwa, menyampaikan permohonan maafnya melalui akun resmi Facebook Sdit Al-fahmi. Selain menyampaikan permohonan maaf, Rahmawati juga menyampaikan bahwa sekolah tersebut sementara diliburkan selama dua hari dan menyatakan bahwa, seluruh biaya pengobatan bagi yang sakit akan ditanggung pihak sekolah.

Berikut penyampaian Kepala Sdit Al-fahmi yang dikutip dari lini masa facebook:

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh .
Yth orgtua sdit al fahmi rahimakumullah, kami dari pihak sekolah memohon maaf sebesar2nya atas kejadian hari ini, semoga Allaah SWT memberikan kesembuhan & kesehatan kpd seluruh anak2 , guru dqn staf yg sakit. Dari dinas kesehatan, balai pom dan kepolisian sedang menyelidiki penyebabnya. Utk sementara Selasa rabu , tgl 5&6 des sekolah diliburkan utk pemulihan anak2 dulu. Biaya rmh sakit akan ditanggung oleh sekolah bagi yg sakit.
Jazaakumullah khoir.

TTD
Rahmawati Ottoluwa
Kepala Sdit Al-fahmi

Chapture facebook SD IT Al-Fahmi.

Sementara Komite sekolah dasar (SD) IT Al Fahmi meminta agar dugaan kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa di sekolah itu diinvestigasi secara menyeluruh, serta meminta pihak sekolah terbuka dalam memberikan informasi.

“Kami berada di pihak orang tua. Mendengar informasi, langsung datang dan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Kami meminta, agar sekolah terbuka memberikan informasi dan akses bagi pihak yang berkompeten, untuk melakukan investigasi,” Kata Ketua Komite SD IT Al Fahmi, Muh Rizal dalam rilisnya, Senin (4/12/2017) petang.

Bagi Rizal, kasus dugaan keracunan, merupakan musibah yang siapa saja pasti tidak menginginkan untuk terjadi.

Dalam komunikasi dengan pihak sekolah kata Rizal, kepala SD IT Al Fahmi mengaku sudah meminta kepada semua guru, untuk mendampingi siswa yang masuk ke rumah sakit.

“Musibah ini tidak hanya menimpa siswa, juga anak pengurus yayasan, anak saya dan pengurus komite yang lain,” ungkap Rizal.

Selain itu, komite sekolah menghargai respon cepat sekolah dalam menangani musibah itu, dan akan melakukan langkah lebih lanjut setelah menerima hasil pemeriksaan sampel makanan dan muntah yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Palu.

Terkait musibah yang terjadi, komite berharap, agar dibuat standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan katering dan meningkatkan sanitasi serta higienitas pengelolaan katering serta memberikan pelatihan bagi para pengelolanya.

Hal ini kata dia, bukan sesuatu yang sulit dilakukan, karena selama ini, komite sekolah merasa pihak sekolah sangat responsif dengan usulan dan masukan dari wali murid dan komite sekolah sebagai perwakilan orangtua.

Kepada pihak yang berwenang, juga diminta untuk terbuka menyampaikan hasil investigasi, termasuk kepada media. Publikasi media yang berimbang, sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan informasi kepada publik dan orangtua.

Selain itu, hasil investigasi dan respons publik, akan menjadi masukan dan bahan evaluasi bagi pihak sekolah dan komite.

Dari hasil survey yang dilakukan pihak komite, hampir semua rumah sakit menjadi rujukan para orangtua membawa anaknya. Diketahui pula, ada anak yang mendapatkan perawatan intensif (ICU), karena sudah terlalu lemas.

“Salah satu yang dirawat di ICU, anak dari Bendahara sekolah. Pihak sekolah juga akan meliburkan siswa, dan melakukan pembersihan di areal dapur,” tutup Rizal. [***]

Rep; Sutrisno/Antara

(Visited 73 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*