Ratusan massa dari Forum Solidaritas Untuk Masyarakat Tanjung (FSUMT) melakukan unjukrasa di Gedung DPRD Sulteng terkait eksekusi lahan di Tanjung Sari Kota Luwuk, Selasa (20/3/2018). [Ist]

Selidiki Bentrok Eksekusi Lahan di Luwuk, DPRD Sulteng Segera Bentuk Pansus

Bagikan Tulisan ini :

Palu, Jurnalsulawesi.com – DPRD Sulteng menyatakan akan segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki kerusuhan eksekusi lahan di Tanjung Sari, Kecamatan Karaton Kota Luwuk, yang melibatkan warga dan aparat keamanan yang mengawal jalannya eksekusi lahan, Senin (19/3/2018).

Hal tersebut disampaikan tiga Anggota DPRD Sulteng yakni Yahdi Basma dari partai Nasdem, Ismail Junus dari Partai Hanura dan Dwi Astuti Ratnaningrum dari Partai Gerindra, saat menerima aksi unjuk rasa dari Forum Solidaritas Untuk Masyarakat Tanjung (FSUMT) di Gedung DPRD Sulteng, Selasa, (20/3/2018).

Dalam dialog dengan perwakilan massa di Gedung Baruga DPRD Sulteng, terungkap bahwa sengketa perdata antara dua pihak di wilayah Tanjung Sari, sebenarnya tidak melibatkan 1.4000 warga Kelurahan Tanjung. Namun dampak dari putusan Pengadilan Negeri Luwuk dan Mahkamah Agung dalam perkara perdata yang terjadi tahun 1996, telah mengorbankan kurang lebih 1.400 warga dengan luas lahan yang dieksekusi mencapai 20 hektar. Padahal obyek sengketa, tidak jelasnya alias sengketa itu dalam putusan Aquo.

Eksekusi yang dilaksanakan pada Senin (19/3/2018) adalah eksekusi kedua kalinya yang dilakukan berdasarkan Surat Ketua PN Luwuk tertanggal 8 Maret 2018. Sedikitnya 1.000 Aparat Brimob dan aparat keamanan lainnya disiagakan di lokasi eksekusi. Pengerahan ribuan pasukan untuk mengawal jalannya eksekusi, mendapat penolakan dan perlawanan dari warga yang telah mendiami Tanjung Sari sejak puluhan tahun. Akibatnya, bentrokan antara warga yang mempertahankan lahannya dengan aparat tidak bisa dihindarkan. Puluhan warga mengalami luka-luka, akibat bentrokan dengan aparat keamanan itu.

Meski mendapat perlawanan dari warga, namun eksekusi tetap saja dilakukan sehingga ribuan warga Tanjung Sari harus kehilangan tempat tinggalnya. Mereka kini hanya tinggal dipuing-puing reruntuhan bangunan milik mereka yang telah dirobohkan dengan menggunakan alat berat. Warga mengalami kelaparan, sakit, serta luka-luka akibat tindakan represif dari aparat keamanan.

Demikianlah penjelasan para perwakilan pengunjukrasa di hadapan tiga anggota DPRD Sulteng, sehingga diputuskanlah untuk segera pembentuk Pansus untuk menyelidiki kasus eksekusi lahan yang telah mengorbankan ribuan warga.

“Jujur saya sangat sedih melihat bentrokan yang terjadi antara warga dengan aparat keamanan, mereka harus berhadapan dengan aparat bersenjata lengkap, seperti mereka para teroris saja,” ujar Ismail Junus dengan nada sedih.

“Mereka diperlakukan seperti binatang saja, padahal mereka mempertahankan tanah milik mereka yang juga telah memiliki sertifikat,” tambahnya.

Sementara Yahdi Basma, menawarkan lima opsi kesepakatan yang nantinya akan dituangkan kedalam sebuah keputusan DPRD Sulteng sebagai respon atas eksekusi lahan di Tanjung Sari yang telah mengorbankan ribuan warga.

“Terkait dengan empat tuntutan kawan-kawan semua, poin satu yakni copot Kapolres bukan merupakan domain DPRD Sulteng serta poin dua yakni turunkan Bupati Banggai Herwin Yatim juga bukan domain DPRD Sulteng. Karena itu, saya menawarga untuk dua poin tersebut, bunyinya meminta Kapolri melalui Polda untuk melakukan evaluasi serius atas kinerja Kapolres Banggai dan poin dua meminta Kementrian Dalam Negeri melalui Gubernur untuk mengevaluasi serius kinerja Bupati Herwin Yatim atas eksekusi lahan di Tanjung Sari,” ujar Anggota DPRD asal Partai Nasdem ini.

Sementara Asisten III Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Mulyono yang hadir dalam dialog dengan perwakilan pengunjukrasa, mengapresiasi kehadiran forum yang memperjuangkan nasib warga yang menjadi korban eksekusi lahan di Tanjung Sari, Luwuk.

“Saya atas nama pemerintah Sulawesi Tengah, mendukung upaya pembentukan Pansus dan kesepakatan bersama untuk mencari solusi atas permasalahan yang dialami warga Tanjung Sari, Kota Luwuk,” tandasnya. [Sultengnews]

(Visited 75 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*