Blok minyak Tiaka (biru).

Soal Blok Tiaka, Waket DPRD Morut Sesalkan Pernyataan Gubernur Sulteng

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wakil Ketua (Waket) DPRD Morowali Utara (Morut), Muhammad Safri menyesalkan pernyataan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola yang mengatakan jika dirinya tidak memiliki kewenangan, terkait aktifitas pengeboran minyak dan gas (migas) yang dilakukan Job Pertamina Medco E&P Tomori di blok Tiaka, di perairan Teluk Tolo, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.
BACA:  Bukan Kewenangan Pemda untuk Aktifkan Blok Tiaka

Safri menilai Gubernur Longki seakan lepas tangan dan tidak mau memikirkan nasib warga di Wilayah Blok Tiaka tersebut. “Lagi-lagi Gubernur tidak mau belajar dari peristiwa 2011 silam, sepertinya Pak Longki menganggap remeh dua nyawa warga yang hilang terkait kerusuhan lalu,” kata Safri, melalui pernyataan tertulisnya kepada Jurnalsulawesi.com, Sabtu (10/3/2018).

Menurut Safri, Gubernur Longki yang terpilih dan mendapat mandat dari masyarakat Sulteng termasuk masyarakat Morowali Utara harusnya lebih peka dan bisa mewanti-wanti semua pihak agar hati-hati dalam mengambil kebijakan terkait pengoperasian kembali blok Tiaka ini.

“Janganlah seorang Gubernur menyampaikan ke publik bahwa urusan pengeboran kembali di wilayah Blok Tiaka tersebut merupakan inisiatif perusahaan itu sendiri. Ini preseden buruk bagi kinerja seorang Gubernur yang seolah tidak memiliki wibawa dalam pemerintahannya,” tegas Ketua DPC PKB Morut tersebut.

“Jika kemudian kewenangan tersebut tidak dimiliki oleh seorang Gubernur, lantas kita semua berdiam diri dan menyaksikan dampak sosial yang akan terjadi akibat diaktifkannya lagi pengeboran tersebut?,” kata Safri.

Safri menambahkan, sebaiknya Gubernur turun ke lapangan dan bertemu warga di sekitar Blok Tiaka. Gubernur harusnya berpihak ke masyarakat bukan mengikuti keinginan investor.

“Dengarkan aspirasi masyarakat jangan serta merta menerima begitu saja keinginan investor melanjutkan pengeboran. Kepentingan masyarakat jauh lebih penting dari pada kepentingan elite,” tegas Safri.

Sementara itu, terkait pernyataan Asisten II Pemprov Sulteng yang menyatakan sumber berita yang diterima Wakil Ketua DPRD Morut tidak akurat, Safri meminta agar Asisten II lebih banyak membaca dan mengikuti informasi.

“Kami bukan orang bodoh yang tidak paham isi berita,” tutup Safri. [***]

Penulis; Sutrisno/*

(Visited 197 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*