Salah satu pipa yang dipakai di proyek SPAM Pasigala yang bocor dan tidak dapat dipergunakan. [Ist]

SPAM Pasigala Belum Beroperasi, Kepala BWSS III Sulteng Bungkam

Palu, Jurnalsulawesi.com – Proyek Sambungan Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional PASIGALA (Palu Sigi Donggala) yang dikerjakan sejak 2009, hingga saat ini belum beroperasi. Padahal, proyek yang ditangani Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III Sulawesi Tengah (Sulteng) itu telah menghabiskan anggaran ratusan miliar.

Kepala BWSS III Sulteng, Yusuf Tambing yang dimintai tanggapannya terkait hal tersebut tidak memberikan jawaban. Bahkan konfirmasi yang dikirim Jurnalsulawesi.com melalui layanan WhatsApp, Kamis (22/22018), Pukul 17.33 WITA, tak ditanggapi sedikitpun.

Padahal, saat dikirimkan dikonfirmasi terlihat kontak WhatsApp Yusuf Tambing sedang aktif (Online-red) dan langsung tercentang biru, sebagai tanda pesan tersebut terkirim dan telah dibaca.

Hingga berita ini dilansir Pukul 20.47 WITA, tak ada tanggapan sedikitpun. Bahkan foto profil di kontak WhatsApp Yusuf Tambing yang sebelumnya terlihat, langsung hilang. Dugaan sementara usai dikonfirmasi, Yusuf Tambing langsung memblokir kontak media ini di layanan WhatAsApp.

Seperti diketahui selama menangani proyek SPAM Pasigala, BWSS III Sulteng juga telah beberapa kali mengalami pergantian pimpinan, sebelum dipimpin Yusuf Tambing, yang saat ini memimpin lembaga vertikal tersebut.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan SPAM Pasigala berdasarkan berdasarkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Pada salah satu Diktumnya disebutkan, SPAM Pasigala akan difungsikan pada tahun 2016, namun hingga 2018 SPAM Pasigala belum dapat beroperasi.

Dalam dokumen perjanjian kerjasama Nomor 24/NKB/D/2014, tertanggal 17 Desember 2014 itu juga disebutkan, SPAM Regional Pasigala menggunakan sumber air baku Sungai Saluki.

Selain menghabiskan anggaran ratusan miliar melalui dana APBN melalui BWSS III, secara bertahap proyek ini juga menyerap dana miliaran dari APBD Provinsi yang dikucurkan melalui Dinas Cipta Karya Provinsi Sulteng.

Sebelumnya, Ketua Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Sulteng, Eko Arianto juga menyebutkan hasil investigasinya bahwa proyek SPAM Pasigala tersebut, terindikasi adanya tindak pidana korupsi, khususnya bagi-bagi proyek di tiap tahap pekerjaan infrastruktur. Misalnya, perusahaan konstruksi dari luar Sulawesi Tengah yang menang tender. “Namun yang kerja kontraktor lokal atau dengan kata lain pinjam perusahaan luar,” kata Eko beberapa waktu lalu.

Menurutnya, secara aturan tidak ada larangan perusahaan luar Provinsi Sulawesi Tengah untuk ikut dan memenangkan tender pekerjaan, namun yang menjadi persoalan beberapa kontraktor lokal tertentu saja yang mengerjakan proyek pekerjaan tersebut tiap tahunnya dengan lebel perusahaan yang berganti.

Eko juga mengklaim telah mengumpulkan sejumlah data terkait proyek pekerjaan SPAM Pasigala dan berencana akan melaporkan hasil temuan tersebut ke pihak penegak hukum. serta meneruskan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Bahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). [***]

BACA JUGA:

Penulis; Sutrisno

(Visited 234 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*