Tag Archives: #Polres Banggai

Bawa Sabu, Sopir Rental Asal Donggala Tertangkap di Banggai

Banggai, Jurnalsulawesi.com – Aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Banggai, Sulawesi Tengah menangkap seorang sopir rental berinisial RHK (40), warga Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu-sabu, Kamis (13/7/2017) sekira pukul 13.20 Wita. “Saat digeledah ditemukan satu paket plastik berisi kristal bening di saku celana pelaku sebelah kanan bagian depan,” kata Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno melalui Kasat Resnarkoba Iptu Velly, yang dikutip Sultengterkini.com, Jumat (14/7/2017). Kasat Velly mengungkapkan, saat itu pelaku menggunakan mobil Avanza warna silver dan dikejar dari Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Selatan. “Pelaku terhenti setelah sejumlah personel Polres Banggai menghadang pelaku tepat di samping ...

Read More »

Anak Korban Penggusuran Banggai Terancam Putus Sekolah

Banggai, Jurnalsulawesi.com – Puluhan anak usia sekolah tingkat dasar korban penggusuran Komplek Tanjung, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, terancam tidak dapat melanjutkan pendidikan. “Anak korban penggusuran turut serta membantu orang tua mereka untuk mencari nafkah dan mengumpulkan sisa reruntuhan yang dapat digunakan untuk kembali membangun rumah mereka,” ungkap Kiki Amstrong salah satu warga korban penggusuran, saat dihubungi dari Palu, Jumat (19/5/2017). Kata Kiki sejak Pengadilan Negeri Luwuk melakukan eksekusi terhadap 248 bangunan rumah yang ditempati 343 kepala keluarga pada Rabu 3 Mei 2017, anak-anak usia sekolah tingkat dasar tidak lagi pergi ke sekolah. Mereka, kata dia, ...

Read More »

1.114 Korban Penggusuran di Banggai Tuntut Keadilan

Luwuk, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak 1.114 warga korban penggusuran paksa dari komplek Tanjung, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, menuntut keadilan kepada pemerintah daerah dan pusat atas penderitaan yang mereka alami. Korban penggusuran Jaelani Musa yang ditemui di posko solidaritas tolak penggusuran di Luwuk, Jumat (12/5/2017) mengemukakan bahwa pemerintah harus bertanggungjawab atas penggusuran secara paksa tanpa alasan yang jelas. “Pemerintah daerah dan pusat harus bertanggung jawab atas terjadinya penggusuran 343 kepala keluarga,” ujarnya. Jaelani yang merupakan ahli waris dari Musa atas lahan yang disengketakan oleh Hadin Lahusu dan Husen Taferokila juga tergusur dari atas lahan seluas 6 hektare. Ia mengakui bahwa ...

Read More »