Tag Archives: #Rio Pakava

Anleg Usulkan Dialog Pembangunan KEK Sulteng-Sulbar

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Muh. Masykur mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Sulteng dan Sulawesi Barat (Sulbar) membangun dialog rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) Rio Pakava di lintas batas. Masykur, potensi perkebunan kelapa sawit di lintas batas kedua provinsi tersebut selama ini hanya jadi sengketa dan akar konflik karena masih kurangnya efek domino perkebunan kelapa sawit. Anggota legislativ (Anleg) dari Partai Nasdem ini menyebutkan, potensi bahan baku di wilayah itu cukup tersedia. Berdasarkan pendataan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Sawit Mandiri Kecamatan Rio Pakava, saat ini seluas 60 ribu hektar kelapa sawit yang ...

Read More »

Abaikan Rio Pakava, Sulteng ‘Buang’ Rp1 Triliun Tiap Tahun

Palu, Jurnalsulawesi.com – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong pemerintah setempat untuk membangun kerangka tata kelola kawasan untuk meningkatkan nilai tambah produk turunan sawit masyarakat di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala. “Kita butuh investor masuk membangun pabrik CPO (crude palm oil ) di Rio Pakava. Atau bisa juga melalui Perusahaan Daerah menggandeng swasta bersama membangun pabrik,” kata Masykur dalam rilisnya yang diterima Jurnalsulawesi.com, Sabtu (14/10/2017). Masykur menguraikan, berdasarkan data yang disampaikan oleh warga, sekitar 60 ribu hektar luasan kebun kelapa sawit yang hari ini dikelola masyarakat Rio Pakava. Kebun kelapa sawit milik warga ini dikelola dalam ...

Read More »

Sudah Puluhan Tahun Warga Rio Mukti Belum Diberi Sertifikat

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak 186 orang warga di Desa Rio Mukti, Kecamatan  Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, belum memperoleh sertifikat tanah dalam program transmigrasi.   Padahal sudah puluhan tahun berdomisili di Desa Rio Mukti. Hal ini diungkapkan Kepala Desa Rio Mukti,  I Ketua Sudi Ariana saat menerima kunjungan rombongan Komisi III DPRD Sulteng bertempat di rumah kediamannya, Jumat (24/3/2017). I Ketut menjelaskan, sudah puluhan tahun mereka berdomisili di desa tersebut.  “Awalnya kami ditempatkan di desa ini sebanyak 300 Kepala Keluarga (KK). Sekarang sudah bertambah sekitar 400-an KK,” ujarnya. Ketut juga menceritakan sejarah perjalanan bagaimana ia bersama warga lainnya sampai di ...

Read More »