Terduga Pembunuh Rina Menampakkan Diri, Warga Toboli Heboh

Bagikan Tulisan ini :

Parigi, Jurnalsulawesi.com – Warga Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, seketika heboh lantaran mendapat laporan dari salah satu warga yang mengaku melihat terduga pelaku pembunuh Rina (17), siswi SMA 1 Toboli.

Jufri alias Adi, yang merupakan kakak ipar korban diduga menjadi pelaku pembunuhan sadis tersebut. Oleh salah seorang warga, Adi terlihat sedanag melintas di sungai Toboli, tak jauh dari perbatasan Toboli-Avulua pada Minggu (19/11/2017), sekira pukul 14.00 wita.

Mendapatkan laporan tersebut, warga yang sedang bekerja bakti di masjid tak jauh dari rumah duka, langsung berhamburan menuju sungai bersama anggota polisi Subsektor Parigi Utara.

Dikutip dari Palu Ekspres, warga langsung menuju lokasi dan mengepung sebuah pondok, yang beradi di areal kebun warga. Sayangnya, para warga tak berhasil menemukan korban. Mereka yang umumnya dipersenjatai senjata tajam akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah duka dan berrembuk.

“Rencananya besok (hari ini-red) akan dilakukan lagi pencarian, kata Aswadin, yang ikut dalam pengejaran pelaku.

Sebelumnya, Rina (17) siswi SMA Negeri 1 Parigi yang dikabarkan hilang sejak Rabu (15/11/2017 lalu, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Sabtu (18/11/2017).

Gadis itu ditemukan di salah satu kebun warga Desa Toboli Barat.

Saat ditemukan, tubuh korban penuh luka sayat dan gorokan di bagian leher. Polisi langsung mengevakuasi korban menuju rumah duka di Jalan Trans Sulawesi Desa Toboli. Tak lama berselang setelah dilakukan otopsi, jenazah korban langsung dikebumikan.

Rina (17) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tubuh penuh luka sayat. [Ist]

Kapolres Parimo, AKBP Sirajuddin Ramly, membenarkan adanya penemuan sesosok mayat permpuan di kebun salah satu warga Toboli Barat, Ludin tepatnya di Dusun II Desa Toboli Barat Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parimo.

Kapolres mengatakan, awalnya pihak kepolisian setempat mendapat laporan dari warga, bahwa ada penemuan sesosok mayat perempuan di salah satu kebun warga.

Setelah mendapat laporan, anggota Polisi Polres Parimo langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah anggota di KTP, bahwa memang benar adanya mayat perempuan tersebut,” kata Kapolres.

Pihaknya kata Kapolres langsung mengumpulkan data dari keterangan beberapa saksi dan keluarga korban. Saaat itu juga disimpulkan bahwa benar, itu adalah jenazah Rina, Siswi SMA Negeri 1Parigi Utara yang di kabarkan hilang beberapa hari lalu.

Lanjut Kapolres, informasi yang dihimpun oleh pihaknya dari beberapa saksi, bahwa pada hari Rabu, (15/11) korban berangkat dari rumahnya menuju Sekolah dalam rangka untuk mengikuti simulasi UNBK.

“Tetapi pas dicek oleh guru dan rekanya, ternyata yang bersangkutan tidak berada di Sekolah pada saat itu, makanya guru dan rekan Sekolahnya langsung mengecek ke rumah si korban ini. Ternyata Rina sudah berangkat ke Sekolah dari rumahnya pada Pukul 07.00. Kami sekarang ini sudah melakukan olah TKP, ” jelasnya.

Dari hasil olah TKP kata Kapolres, pihaknya melihat ada barang bukti yang berserakan seperi kartu ujian terlihat sudah terpisah antara tali gantungan dan kartunya.

Apkah ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kata dia pihaknya masih menunggu hasil Visum dari pihak RSUD Anuntaloko Parigi.

“Nah dari hasil Visum itu kita bisa mengetahui apakah ada tanda kekerasan yang di temukan di tubuh korban, kalau ada tanda kekerasan ya diduga mungkin dilakukan penganiayaan atau pembunuhan, dan itu sementara kami dalami saat ini,” pungkasnya. [PaluEkspres]

(Visited 1.298 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*