Penyerahan tersangka dugaan korupsi APBD Tolitoli dari penyidik Polres ke Kejari Tolitoli. [Ramlan]

Tersangka Korupsi UP Setdakab Tolitoli Diserahkan ke Kejaksaan

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Penyidik Polres Tolitoli melimpahkan tersangka kasus dugaan korupsi Rp623 juta dari APBD Tolitoli tahun 2015 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli. Namun pihak kejaksaan masih menunggu terpenuhinya petunjuk  P19 yang diberikan ke penyidik Polres setempat.

“Dalam P19 yang diserahkan menyangkut petunjuk permintaan saksi ahli ada tidaknya aturan perundang-undangan terkait pinjaman uang dari luar sebagai pengganti untuk menutupi Uang Persediaan,” ungkap Kasipidsus Kejari Tolitoli, Ridwan SH, Selasa (17/4/2018).

Menurut Ridwan, berkas perkara bersama tersangka yang dilimpahkan ke tahap dua ke Kejari Tolitoli tersebut telah dinyatakan lengkap untuk satu orang tersangka yang merupakan bendahara di bagian umum Sekretariat Daerah (Setdakab) Tolitoli.

“Sementara untuk tersangka lain menunggu pengembangan selanjutnya. Mudah-mudahan pihak Majelis bisa jeli di persidangan nanti, karena perkara korupsi itu tidak mungkin berdiri sendiri,” katanya.

Sebelumnya mantan bendahara Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Tolitoli, Zulfikar ditahan penyidik Tipikor Polres Tolitoli selama sepekan dan dilimpahkan, Senin (16/4/2018).

Penahanan dilakukan di sel tahanan Polres Tolitoli sebelum menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Tolitoli.

“Tersangka kasus dugaan korupsi UP di lingkup Setdakab Tolitoli itu ditahan di sel Polres Tolitoli karena berkas perkaranya sudah lengkap,” kata Kasat Reskrim Polres Tolitoli, AKP Esti Prastyo Hadi, SIK SH.

Menurutnya, penanganan kasus perkara korupsi tersebut telah ditangani Polres sejak 2016 dan berkas perkaranya sudah bolak balik ke Kejaksaan.

“Selain bolak-balik ke Kejaksaan, penyidik juga meminta Inspektorat dan BPKP selaku tim ahli untuk menghitung kerugian Negara,” tandasnya.

Ditanya soal tersangka lain, menurutnya belum ada karena masih menunggu perkembangan setelah hasil persidangan di Pengadilan Tipikor Palu.

“Jika ada yang menjurus ke tersangka lain, kami akan kembangkan,” katanya.

Tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat 1 atau ayat 2 Junto pasal 18  Undang-Undang Nomor: 31 Tahun 1999 perubahan Undang-Undang Nomor: 20 Tahun2001 tentang tindak pidana korupsi.[***]

Penulis; Ramlan Rizal

(Visited 60 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*