Kasat Reskrim Polres Tolitoli, AKP Esti Prastyo Hadi SIK.

Tidak Puas, Pemilik Lahan Laporkan Kadis Sosial ke Polres Tolitoli

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Pemilik lahan di Desa Bajugan Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, Jeri Umbas mengaku tidak puas, karena hanya tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pemalsuan surat tanah miliknya. Jeri juga melaporkan Kepala Dinas Sosial Tolitoli, Indar Dg Silasa, ke Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Saya laporkan Kadis Sosial juga ke Polres, karena saya heran kenapa cuma tiga orang yang jadi tersangka, sementara yang menjual tanah itu adalah Kadis Sosial,” kata Jeri Umbas.

Menurut Jeri, dalam kasus penjualan sebidang tanah sesuai bukti dokumen sporadik yang dikantonginya di desa tersebut bukan hanya melibatkan Kepala setempat, Surianto dan dua orang pembeli yakni Toni dan Yakob. Tetapi juga melibatkan Kadis Sosial Indar Dg Silasa selaku penjual.

Jeri Umbas mengatakan, ia melaporkan kasus ini setelah pihak Pemerintah Desa Bajugan menerbitkan SKPT pada lahannya yang sudah memiliki sporadik yang diterbitkan pemerintahan desa sebelumnya.

Menaggapi laporan tersebut, Kepala Dinas Sosial Tolitoli, Indar Dg Silasa mengaku belum mengetahui kalau dirinya telah dilaporkan ke Polres terkait kasus jual beli tanah tersebut.

Ia menjelaskan, Kepala Desa yang harus bertanggungjawab atas persoalan itu, karena dirinya hanya sebagai korban.

“Yang saya tahu lahan itu milik nenek saya,  saya ajukan pembuatan SKPT,  ternyata kepala desa memperosesnya dan menerbitkan SKPT tanah yang dijual Rp15 juta itu, jadi itu bukan salah saya,” sebut Indar kepada wartawan, Kamis (11/1/2018).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tolitoli, AKP Esti Prastyo Hadi SIK, membenarkan bahwa korban bernama Jeri Umbas telah melaporkan perkara tersebut.

Kata Kasat Reskrim, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil sejumlah saksi, termasuk Kepala Desa Bajugan yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Galang.

“Saksi akan segera kami periksa, penyelidikan sudah dimulai, sebelumnya kasus ini juga sudah diproses oleh Polsek Galang, dan menetapkan tiga tersangka, ” tandas Esti, yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/01/2018).

Saat ini laporan awal kasus itu yang diproses oleh Polsek Galang, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tolitoli dengan tiga orang tersangka yakni Kepala Desa Bajuga, Surianto sebagai penerbit SKPT,  sementara Toni dan Yakob sebagai pihak pembeli.

Sebelumnya, Jaksa Kejari Tolitoli Rustam Efendi SH membenarkan pihaknya sudah menerima berkas perkara jual beli lahan tersebut.

“Laporan pemalsuan surat tanah yang diproses Polsek Galang sudah kami terima pelimpahan, tersangkanya tiga orang dan dilanjutkan ke tahap dua, tersangka akan dikenakan pasal 263 KUHP dengan ancam pidana enam tahun penjara,” kata Rustam. [***]

Rep; Ramlan Rizal

(Visited 386 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*