[Ilustrasi]

Tiga Jenis Sariawan yang Perlu Diketahui

Jurnalsulawesi.com – Gangguan mulut seperti sariawan kerap dialami setiap orang. Disebut juga stomatitis, sariawan merupakan reaksi peradangan pada mukosa mulut atau lapisan kulit dalam mulut, yang biasanya disertai lubang atau luka pada mukosa.

Dikutip dari Right Diagnosis, sariawan juga merupakan sindrom gangguan penyerapan nutrisi pada tubuh. Ada tiga tipe sariawan yang umum ditemui yakni sariawan celiac, sariawan tropikal dan sariawan non tropikal.

1. Sariawan Celiac
Sariawan dapat timbul karena penyakit autoimun atau kondisi daya tahan tubuh yang menyerang diri sendiri. Salah satu penyakit autoimun ialah penyakit celiac.

Penyakit celiac disebabkan oleh faktor genetis atau keturunan. Ia memengaruhi usus kecil dan kemampuan tubuh untuk mencerna serta menyerap nutrisi makanan.

Dilansir dari Hello Sehat, penyakit celiac juga dikenal sebagai intoleransi gluten. Gluten adalah protein yang ditemukan pada bahan makanan seperti gandum dan barley.

Mereka yang menderita celiac, reaksi kekebalan terhadap gluten menciptakan racun. Racun dapat merusak vili di dalam usus kecil sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi. Akibatnya, tubuh kekurangan gizi.

Pada orang dewasa, sariawan terus-menerus pada mulut merupakan salah satu gejala penyekit celiac.

Selain itu, penyekit celiac juga ditandai dengan anemia, radang sendi, osteoporosis, kelelahan, kesemutan di kaki dan tangan, kejang dan menstruasi yang tidak teratur.

Penderita celiac dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan bergluten atau gula serta memenuhi kekurangan nutrisi tubuh dengan suplemen makanan.

2. Sariawan Tropikal
Disebut sariawan tropikal karena penyakit ini banyak ditemukan pada wilayah tropis seperti Kepulauan Karibia, India, Afrika Selatan dan Asia Tenggara.

Sariawan tropikal disebabkan oleh peradangan pada usus kecil. Peradangan mengakibatkan tubuh kesulitan untuk menyerap nutrisi makanan. Dilansir dari Health Line, kondisi ini biasa disebut malabsorpsi.

Sariawan tropikal umumnya membuat tubuh kesulitan menyerap asam folat dan vitamin B12.

Mereka yang terkenal sariawan tropikal biasanya menunjukkan gejala-gejala antara lain, kram perut, diare, kembung, kram otot, wajah pucat dan turunnya berat badan.

Sedangkan untuk pengobatan, ada dua langkah yang bisa diambil. Pertama, penggunaan antibiotik. Para ahli meyakini sariawan tropikal disebabkan oleh pertumbuhan bakteri tak terkendali pada usus kecil. Antibiotik efektif membunuh bakteri penyebab peradangan.

Kedua, mengatasi malabsorpsi. Dokter akan memberikan terapi untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral dan elektrolit tubuh. Asam folat dan vitamin B12 akan segera diberikan pada penderita sariawan tropikal.

3. Sariawan Nontropikal
Jenis ketiga sariawan dikenal dengan nama sariawan nontropikal. Ia penyakit yang belum diketahui diketahui penyebabnya. Menurut Mandred W. Comfort dalam Jurnal Gastroenterology, penyakit ini dapat muncul pada orang dewasa yang hidup di wilayah beriklim panas.

Penyakit sariawan nontropikla ditandai dengan gangguan penyerapan nutrisi dan motilitas (kemampuan otot usus untuk berkontraksi) usus kecil.

Gangguan ini menyebabkan tubuh tidak mampu menyerap semua nutrisi termasuk lemak, protein, karbohidrat, protein, mineral, vitamin, dan bahkan air.

Mandred menyebut terapi penyakit ini pertama diarahkan pada pengendalian malabsorpsi dan koreksi pada kekurangan nutrisi. Standart terapi yang biasa diterapkan ialah diet bebas gluten.[***]

Sumber; CNNIndonesia

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*