Pemain Timnas Indonesia berjalan meninggalkan lapangan usai pertandingan melawan Thailand dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/11/2018). [Antara]

Tiga Kegagalan Menyakitkan Timnas Indonesia di Piala AFF

Jakarta, Jurnalsulawesi.com – Timnas Indonesia gagal total di Piala AFF 2018. Menyisakan satu pertandingan lagi melawan Filipina di penyisihan grup B, Minggu (25/11/2018), Indonesia sudah kehilangan asa untuk lolos ke semifinal Piala AFF. Itu semua dipastikan setelah Filipina mengimbangi Thailand pada laga penyisihan grup B lainnya. Filipina bermain imbang 1-1 di laga ini.

Praktis, hasil Filipina vs Thailand langsung mengubur asa Timnas Indonesia. Maklum, Tim Garuda tak mampu lagi mengejar mengejar poin Filipina maupun Thailand kalaupun menang di laga terakhir.

Thailand dan Filipina sudah mengoleksi 7 poin berkat hasil imbang tersebut. Sedangkan Timnas Indonesia hanya akan meraih 6 poin kalaupun menang lawan Filipina pada laga terakhir penyisihan grup Piala AFF 2018.

Kegagalan di Piala AFF 2018 bukan pertama kali terjadi. Timnas Indonesia pernah mengalami kegagalan pula di tiga edisi Piala AFF lainnya, simak ulasannya:

Dipermalukan Filipina di Piala AFF 2014
Piala AFF 2014 menjadi salah satu lembar kelam dari sejarah keikutsertaan Timnas Indonesia di ajang sepak bola antar negara Asia Tenggara tersebut. Indonesia terdampar di posisi ketiga klasemen akhir dengan 4 poin.

Timnas Indonesia sebenarnya mengawali penyisihan grup A Piala AFF yang berlangsung di Vietnam 22-28 November 2014 dengan baik. Indonesia mampu menahan Vietnam 2-2.

Sempat tertinggal dua kali, Timnas Indonesia mampu membalas lewat gol Zulham Zamrun dan Samsul Arif. Namun kejutan justru terjadi di laga kedua.

Saat melawan Filipina di laga kedua, Timnas Indonesia secara mengejutkan kalah telak 0-4. Gol Filipina dicetak oleh Phil Young Husband, Ott, Steuble dan Gier.

Praktis kekalahan ini membuat Indonesia harus gigit jari. Meski menang 5-1 atas Laos lewat gol Evan Dimas, Ramdhani Lestaluhu (2 gol) dan Zulham Zamrun, Indonesia tetap tersingkir karena kalah poin dari Vietnam dan Filipina.

Kejutan Laos 2012
Timnas Indonesia satu grup dengan Malaysia, Singapura dan Laos pada penyisihan grup B Piala AFF 2018. Usai euforia Piala AFF 2010 dimana Indonesia gagal juara karena kalah dari Malaysia, pertemuan melawan Malaysia tentu ditunggu-tunggu lagi.

Namun kesialan Indonesia bukan terjadi lawan Malaysia. Kejutan didapatkan Indonesia saat diimbangi Laos 2-2 pada laga pertama yang berlangsung di stadion Bukit Jalil.

Hal ini sungguh diluar dugaan. Apalagi Laos dua kali unggul terlebih dahulu lewat gol Sayavuthi dan Liththideth.

Timnas Indonesia akhirnya membalas lewat gol Raphael Maitimo dan Vendry Mofu. Hasil melawan Laos jadi penentu kegagalan Timnas Indonesia di ajang Piala AFF kali ini. Soalnya pada laga selanjutnya, Indonesia hanya menang 1-0 atas Singapura dan kalah 0-2 dari Malaysia.

Kegagalan ini juga jadi sorotan tajam. Apalagi saat itu Indonesia sedang mengalami dualisme kepengurusan.

Kebangkitan Vietnam 2007
Inilah boleh jadi kegagalan paling menyakitkan di kiprah Timnas Indonesia mengikuti Piala AFF. Bagaimana tidak, dalam lima edisi sebelumnya sejak 1996, Indonesia paling tidak minimal tembus semifinal.

Pada 2000,2002 dan 2004, Indonesia bahkan menjadi runner up tiga kali beruntun. Pada Piala AFF 2017, Indonesia satu grup dengan singapura, Vietnam dan Laos.

Indonesia memulai turnamen dengan mulus karena sukses mengalahkan Laos 3-1. Atep mencetak dua gol dan satu gol lagi dicetak Saktiawan Sinaga.

Sial bagi Indonesia kemenangan dengan skor seperti itu ternyata tidak cukup. Singapura menghajar Laos 11-0, sedangkan Vietnam menang 9-0 atas negara tetangga mereka itu.

Meski sama-sama memiliki poin 5, Indonesia tersingkir gara-gara kalah selisih gol dari Vietnam dan Singapura. Ini menjadi hasil minor pertama Indonesia di Piala AFF. [***]

Sumber; Liputan6

(Visited 16 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*