AKBP Sutrisno (baju putih berdiri) bersama Tim Mabes Polri mengunjungi Ponpes Husnayain, pimpinan Ustad Firmansyah (duduk), di Kelurahan Silae Kota Palu, Jumat (3/8/2018). [Agus M]

Tim Mabes Polri Silaturrahim ke Ponpes Husnayain Kota Palu

Palu, Jurnalsulawesi.com – Untuk menjaga stabilitas keamanan jelang pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Tim Mabes Polri melakukan kunjungan sekaligus silatuhrrahim ke Pondok Pesantren (Ponpes) Husnayain, Kelurahaan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Jumat (3/7/2018).

Kedatangan Tim Mabes Polri yang dipimpin AKBP Sutrisno ini disambut langsung oleh Ketua Ponpes Husnayain, Ustad Firmansyah dan pengasuh Ustad Ali Firdaus, beserta pengasuh dan para santri.

AKBP Sutrisno pada kesempatan tersebut menuturkan, kedatangan ke Ponpes ini murni untuk membangun tali silaturrahim, baik dengan pengasuh ponpes maupun dengan santri. Saat ini katanya, marak akan pemahaman radikalisme dan intoleransi, namun ia yakin dan percaya jika di Ponpes Husnayain, paham-paham tersebut telah dipagari dan dibentengi.

Ketua Ponpes Husnayain Ustad Firmansyah, menuturkan bahwa sikap intoleransi dan radikalisme adalah dua mata rantai yang acap menghantui kesatuan anak bangsa. Hal ini dikarenakan tidak adanya sikap saling menghormati antar individu dan kelompok.

“Makanya kami sangat tidak sepaham dan menolak paham radikalisme,” tutur pengasuh Ponpes Husnayain ini kepada Jurnalsulawesi.com.

Olehnya kata Ustad Firmansyah, perlunya upaya membentengi generasi muda dari paham radikalisme, dengan memberi bekal dan pemahaman mengenai radikalisme dan intoleran serta pemahaman agama yang benar sesuai syariat Islam.

“Islam adalah agama rahmatan lillalamin yang mengedepankan toleransi dan persaudaraan,” tegas Ustad Firmansyah.

Hal senada diungkapkan Ustad Ali Firdaus. Menurutnya, Ponpes Husnayain sangat komitmen dengan terus membangun generasi qur’ani serta menjadikan alqur’an sebagai pedoman hidup.

“Olehnya mari kita jauhi paham-paham radikalisme dan intoleransi, karena ini tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” cetusnya.

Ia juga menghimbau sebaiknya majelis ta’alim dan pondok-pondok pesantren mengajarkan kepada santrinya tentang pemahaman Islam yang sesungguhnya yakni Islam yang rahmatanlilalamin, bagi semua umat manusia di muka bumi.

Pihaknya juga tambah Ustad Ali Firdaus sangat berterima kasih atas kunjungan Tim Mabes Polri, semoga saja hubungan dengan Polri ini tetap terjalin dengan baik, termasuk hubungan baik dengan pemerintah mulai dengan Kelurahan, Kecamatan, Kota Palu maupun pemerintah Provinsi Sulteng.

Ponpes Husnayain juga tegasnya, akan mendukung langkah dan kinerja Polri serta Pemerintah dalam upaya mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019 agar berlangsung secara aman dan damai. Sebab baginya, keamanan negara dan kesatuan bangsa, merupakan kewajiban yang harus dipertahankan oleh seluruh anak bangsa.

“Intinya kami menolak paham radikalisme serta mendukung terselenggaranya Pilpres 2019 yang aman dan damai serta menjaga keutuhan NKRI. Kami juga berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya. [***]

 

Penulis; Agus Manggona
Editor; Sutrisno

(Visited 107 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*