Zinedine Zidane pelatih pertama yang mampu meraih gelar Liga Champions tiga musim beruntun. [Reuters]

Tinggalkan Real Madrid, Keputusan Tepat Zinedine Zidane

Jurnalsulawesi.com – Zinedine Zidane secara mengejutkan meninggalkan kursi pelatih Real Madrid, Kamis (31/5/2018). Sebuah keputusan mengejutkan sekaligus tepat dari Zizou yang mengejutkan hampir seluruh pihak dengan memutuskan untuk meninggalkan Santiago Bernabeu.

Zidane mundur hanya berselang lima hari setelah membawa Madrid merebut gelar Liga Champions tiga musim beruntun dengan mengalahkan Liverpool di Kiev, Sabtu (26/5/2018).

Sebelumnya tidak ada rumor Zidane akan meninggalkan Madrid, bahkan usai Los Blancos mengalahkan Liverpool di Kiev. Yang ada justru rumor Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale akan hengkang dari Madrid.

Baru pada Kamis sore WIB kabar Zidane akan meninggalkan Madrid muncul. Rumor itu menguat setelah Madrid menyatakan Zidane akan menggelar konferensi pers dadakan di Stadion Santiago Bernabeu.

Ketakutan pendukung Madrid menjadi kenyataan. Zidane memutuskan untuk meninggalkan El Real setelah 2,5 tahun melatih Sergio Ramos dan kawan-kawan dengan menggantikan posisi Rafael Benitez pada Januari 2016.

Keputusan Zidane meninggalkan Madrid terbilang tepat. Pelatih 45 tahun itu mengambil keputusan yang cerdas. Ada beberapa alasan kenapa Zidane telah mengambil keputusan yang tepat dengan meninggalkan Madrid.

Pertama, kondisi dalam tim Madrid sudah tidak kondusif bagi Zidane. Terlebih setelah Gareth Bale mengungkapkan kekecewaannya terhadap Zidane karena tidak dijadikan starter oleh Zizou pada final Liga Champions 2018 melawan Liverpool.

Ronaldo juga mengungkapkan sinyal akan meninggalkan Madrid usai laga final. Penyerang asal Portugal itu dikabarkan ingin meninggalkan Santiago Bernabeu dengan Manchester United dan Paris Saint-Germain sebagai tujuan utama.

Kondisi itu membuat posisi Zidane musim depan bisa dalam ancaman. Peluang kehilangan dan berseteru dengan pemain di ruang ganti tim bisa dialami pelatih pengoleksi sembilan gelar bersama Madrid tersebut.

Selain peluang konflik internal, sudah saatnya Zidane meninggalkan Madrid. Dengan status sebagai pelatih dengan rekam jejak yang luar biasa, Zidane tentunya tidak mau rekornya ternoda jika harus dipecat Madrid di tengah jalan musim depan.

Keputusan Tepat
Zidane semula diprediksi tidak akan mampu mempertahankan jabatan pelatih Madrid musim ini, terlebih setelah Los Blancos gagal di La Liga dan Copa del Rey. Zidane juga santer dikabarkan akan dipecat Madrid di paruh pertama musim ini setelah Los Galacticos tampil buruk.

Andai akhir pekan lalu Madrid gagal di final Liga Champions 2018, hampir pasti Zidane akan dipecat Florentino Perez. Kini setelah mampu mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang mampu merebut tiga gelar Liga Champions beruntun, Zidane bisa meninggalkan Santiago Bernabeu dengan kepala tegak.

Rekor merebut tiga gelar Liga Champions beruntun mungkin tidak akan mampu diulangi pelatih lain dalam beberapa dekade ke depan. Daripada merusak rekor luar biasa itu dengan pemecatan musim depan, Zidane mengambil keputusan yang cerdas.

Dalam sejarah Madrid di bawah era kepemimpinan Florentino Perez, tidak ada pelatih yang mampu bertahan lebih dari tiga musim. Zidane pun memilih sebagai pelatih pertama dalam sejarah Madrid era Perez yang mengundurkan diri.[***]

Sumber; CNNIndonesia.com

(Visited 76 times, 1 visits today)
Bagikan Tulisan ini :

Komentar Anda..!

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*